FOKUS: Djibril Coulibaly Yang Di Bawah Ekspektasi

Penurunan performa Coulibaly pada musim ini mendapatkan sorotan.

LIPUTAN ANGGI RIWANTO DARI BANDUNG
Indonesia Super League (ISL) musim 2013/14, Persib Bandung kedatangan pemain naturalisasi, Sergio van Dijk dari Adelaide United. Bobotoh -sebutan pendukung Persib- langsung mengelu-elukan namanya setelah dirinya mencetak gol tanpa henti dan langsung masuk dalam jajaran elite top skor di kompetisi nomor satu negeri ini.
Masuk musim berikutnya, Persib berencana memperkuat kembali lini serang mereka dengan mendatangkan tiga penyerang sekaligus yaitu Ferdinand Sinaga, Tantan, dan Djibril Coulibaly yang akan diduetkan bersama Van Dijk untuk membombardir lini pertahanan lawan. Namun ternyata hal itu hanya menjadi impian belaka, karier Van Dijk di kota Bandung tak bertahan lama. Tepatnya Desember 2013, pemain berkepala plontos itu memutuskan kerja samanya dengan Maung Bandung untuk kemudian teken kontrak bersama tim Iran Pro League, Sepahan FC, yang menawarkan gaji lebih menggiurkan dibanding saat membela Persib.
Kekecewaan muncul ke permukaan dari para loyalis tim yang berdiri sejak 1933 itu. Wajar saja, karena kehadiran Van Dijk seperti menjadi oasis di padang pasir, terlebih saat itu Persib tengah dilanda krisis pemain depan. Meski begitu, kekecewaan Bobotoh sedikit terobati dengan kedatangan Coulibaly yang mempunyai jumlah gol yang sama ketika membela Barito Putera kala itu.
Kehilangan Van Dijk, publik sepakbola Bandung kemudian menaruh harapan besar pada Coulibaly agar bisa menyamai bahkan melebihi torehan yang diraih oleh pemain berdarah Belanda itu. Namun keyakinan Bobotoh sedikit goyah setelah pemain asal Mali itu menderita cedera metatarsal dan terancam tidak bisa memperkuat Pangeran Biru. Benar saja, beberapa minggu sebelum kompetisi bergulir, Persib mencoret Coulibaly dari daftar pemain dan berencana menggantinya dengan Udo Fortune yang ternyata tidak memenuhi ekspektasi pelatih dan jajaran manajemen tim.
Batal untuk merekrut Fortune dan tak menemukan pengganti yang sepadan karena stok pemain depan dengan label bintang di Indonesia sudah habis laku terjual. Persib terpaksa kembali mendaftarkan Coulibaly yang saat itu tengah dalam proses penyembuhan cederanya kepada PT. Liga Indonesia sebagai pemain Persib karena kompetisi sudah semakin dekat. Namun ternyata hal itu menjadi bumerang bagi kubu tim yang bermarkas di Si Jalak Harupat itu.
Performa kompatriot Makan Konate itu cenderung menurun dan tidak konsisten ketika membela Persib. Cedera yang dideritanya seperti menjadi trauma bagi dirinya. Hal itu bisa terlihat tatkala pemain asal Bamoko itu harus berduel memperebutkan bola dengan bek lawan. Coulibaly terlihat tidak ngotot dan takut untuk berebut si kulit bundar. Selain itu pun dirinya selalu dengan gampang kehilangan bola dan gagal untuk melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti lawan.
Performa Djibril Coulibaly menurun dibandingkan musim lalu.
Bahkan musim ini, pemain berusia 27 tahun tersebut lebih sering duduk di bangku cadangan dan dimainkan sebagai pemain pengganti. Dari 20 laga yang dijalani, Coulibaly tujuh kali mengawali laga dari bangku cadangan. Hasilnya, dalam 1049 menit pertandingan yang dijalaninya, Coulibaly hanya mampu mencatatkan delapan gol selama berseragam biru-biru. Hal itu berbanding terbalik ketika musim lalu, dalam 29 kali penampilannya berseragam Laskar Antasari, Djibril selalu menjadi pemain inti bersama tim yang diarsiteki oleh Salahudin tersebut. Dalam 2399 menit laga yang dijalaninya bersama Barito, Djibril berhasil menceploskan bola ke dalam gawang lawan sebanyak 21 gol.
Penampilannya musim ini pun kerap mendapatkan kritikan dari Djajang Nurjaman selaku pelatih tim. Djibril dianggap kurang tenang dan kerap membuang-buang peluang di mulut gawang sehingga gagal untuk mencetak gol. Melihat hal tersebut, Djanur sapaan akrab Djajang Nurjaman, lebih memilih untuk menurunkan duet Tantan dan Ferdinand Sinaga yang lebih efektif untuk mendobrak pertahanan lawan dibandingkan memainkan Coulibaly.
Mengenai performa dirinya yang kurang baik musim ini, Coulibaly mengaku baik-baik saja dan siap untuk bekerja keras untuk bisa lebih baik lagi. "Saya baik-baik saja sejauh ini. Saya selalu bekerja keras dan berharap bisa lebih baik lagi untuk ke depannya," ujarnya.
Selain itu, Coulibaly pun mengatakan jika pemilihan pemain yang akan diturunkan dalam setiap laga adalah hak penuh pelatih dan tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. "Itu tergantung sistem (strategi pelatih) karena saya tidak sendirian di depan," tambahnya.
Jika performa Coulibaly tak juga membaik hingga akhir musim, bukan tak mungkin musim depan namanya tidak akan lagi menghiasi susunan pemain inti ataupun daftar cadangan tim bersama Persib. Jadi, Coulibaly, perbaiki performa atau terbuang! (gk-52)

//

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.