FOKUS: Duel Antarlini Liverpool - Arsenal

Setiap pemain di setiap lini akan sangat menentukan hasil akhir yang didapat Liverpool dan Arsenal. Tim redaksi Goal Indonesia memberikan analisisnya.

OLEH MOHAMMAD YANUAR & ANUGERAH PAMUJI
Apa pun hasil yang diraih Liverpool mau pun Arsenaldi Anfield malam nanti akan ditentukan, tidak hanya kerja keras tim, tapi juga kontribusi setiap individu yang bermain.
Liverpool untuk saat ini mungkin diuntungkan karena ada pemain ke-12 yang akan mendukung mereka dari belakang. Tapi fakta statistiknya, Arsenal bukan tim yang mudah untuk ditaklukkan begitu saja.
Dan dengan laga yang sudah di depan mata, tim redaksi Goal Indonesia menganalisis lini per lini skuat Liverpool dan Arsenal untuk memprediksi bagaimana hasil akhir laga di Anfield malam nanti.

Brad Jones
Dalam hal jam terbang, mungkin Brad Jones tak memiliki pengalaman seperti Simon Mignolet. Tapi Brendan Rodgers memberikan kepercayaan kepadanya karena Mignolet sendiri tak bisa lagi diandalkan. Perannya sebagai kiper memang pilihan alternatif, jadi performanya kurang bisa diandalkan. Meski begitu, bila Rodgers bisa menyusun lini pertahanan dengan baik, Brad Jones mungkin bisa mendapatkan kepercayaan diri dan keyakinan, sehingga bisa membantu performanya. Liverpool sangat membutuhkan kontribusi darinya.
Wojciech Szczesny
Performa Wojciech Szczesny sepanjang musim ini belum bisa dikatakan memuaskan. Total 15 gol bersarang di gawangnya dari 13 laga yang telah dilakoninya. Bukan catatan yang membanggakan tentunya. Tak heran bila rumor transfer kiper Chelsea Petr Cech pun beberapa kali mengudara di London. Namun, Szczesny sedikitnya menunjukkan kemajuan setelah pulih dari cedera ketika membawa Arsenal berpesta gol ke gawang Galatasaray dan Newcastle united dengan skor masing-masing 4-1. Dan dia diharapkan bisa kembali tampil sekokoh di dua laga terakhir tersebut pada akhir pekan ini.

Martin Skrtel
Sebagai bek tengah, peran Skrtel sangat krusial. Tapi untuk bisa tampil efektif, Skrtel biasanya harus melihat dulu siapa yang ada disampingnya dan level kecocokannya. Sejauh ini, bersama Kolo Toure, Skrtel memiliki pengertian yang lebih baik dibanding bersama Dejan Lovren. Sementara bila melihat performa individunya, Skrtel bisa diandalkan dalam duel udara. Hanya saja dia kerap ceroboh dalam bertahan dan timing serta penempatan posisi kerap ketinggalan dibanding pemain lawan. Meski begitu, dalam menyerang, Skrtel cukup membantu dalam proses bola mati.
Per Mertesacker
Menjadi penampil yang paling banyak di tim, kebugaran sang kapten Per Mertesacker tak diragukan berada di level prima sepanjang musim ini. Hanya saja pria Jerman inibukannya luput dari performa bobrok. Jika dia tidak bermain dengan partner idealnya, Laurent Koscielny, Per kerap terbawa tampil keropos. Tiga gol di paruh pertama kala bentrok dengan Stoke City dalam kekalahan 3-2 dua minggu lalu menjadi bukti kalau dia sesekali mudah diterobos. Di tengah krisis cedera di lini belakang tim, Mertesacker kini dituntut menjadi pemimpin yang utuh dalam mengawal pertahanan tim. Di dua pertandingan terakhir, versus Galatasaray dan Newcastle, sedikitnya dia telah menampilkan koneksi yang baik dengan pemain lapis seperti Calum Chambers dan bek tengah dadakan Mathieu Debuchy di jantung pertahanan.

Philippe Coutinho
Menghadapi Arsenal, Liverpool harus mengandalkan pemain dengan kreativitas dan mobilitas di atas rata-rata. Coutinho bisa menjadi salah satu opsi yang memungkinkan untuk itu. Namun pertanyaannya kemudian, apakah Rodgers memiliki rencana menurunkan Coutinho sejak awal laga? Jumlah golnya memang tidak banyak, tapi dalam memberikan ancaman lewat umpan, mobilitas, tendangan ke gawang dari lini kedua, Coutinho pantas dikedepankan. Hanya yang jadi masalah kemudian, bila pemain asal Brasil itu dimainkan sebagai starter, bukan tidak mungkin dengan gaya bermain agresif, Coutinho bisa kehabisan tenaga di sepertiga akhir pertandingan. Padahal di momen itulah Arsenal kerap rentan dalam bertahan.
Santi Cazorla
"Santi kembali tancap gas, dia sudah lama tidak mencetak gol, dan gol-golnya belakangan ini akan berpengaruh pada kepercayaan dirinya," demikian puji manajer Arsene Wenger yang puas melihat gelandang andalannya itu sudah comeback setelah puasa gol selama 14 pekan. Golnya via penalti di laga kontra Stoke City, yang menjadi perdana di kampanye 2014/15, terbawa saat pemain Spanyol ini kembali tampil trengginas dengan dua lesakkan terukurnya yang mengantarkan kemenangan 4-1 atas Newcastle United. Tiga gol dalam dua laga terakhir, sepatutnya Liverpool mengawasi betul setiap pergerakan lincah Cazorla yang sedang on fire. Baik dalam posisi mencetak gol mau pun saat dia mengkreasi peluang, di mana dalam setiap laga Cazorla mampu melepas rata-rata 2,1 umpan kunci - ketiga terbaik di tim setelah Alexis Sanchez dan Mesut Ozil.

Raheem Sterling
Dengan belum bisa diandalkannya Mario Balotelli, Richie Lambert dan Daniel Sturridge di depan gawang, opsi yang diambil Rodgers untuk mengisi slot pemain depan adalah Sterling. Pemain ini dikenal dengan kecepatannya, keuletan dan mobilitas dalam bermain. Dia juga tak kenal lelah mengejar bola, baik dalam bertahan mau pun menyerang. Tapi memainkannya sebagai penyerang utama mungkin bisa sangat merugikan buat Liverpool. Pertimbangannya adalah Sterling tak cukup bagus dalam mengeksekusi peluang, tapi piawai menciptakannya.
Alexis Sanchez
Winger yang sedang ditakuti di Liga Primer Inggris! Alexis Sanchez membuktikan aklimatisasi cepat di musim pertamanya bersama Arsenal. Liga Primer Inggris yang kerap dinilai tempat yang tak bersahabat bagi pemain-pemain latin, rupanya tidak berlaku bagi anak Cili ini. Sudah sembilan gol dia persembahkan bagi Arsenal dan bersaing di tiga teratas topskor bersama Sergio Aguero [14] dan Diego Costa [12]. Tak berlebihan menyebut Sanchez adalah attacker yang komplet. Ketika dia tak mencetak gol, kerap kali dari kakinya lahir umpan-umpan empuk yang menjembatani rekannya untuk mencetak gol. Dua laga terakhir dilalui Sanchez tanpa gol, tapi distribusi bolanya tak berhenti berbuah gol bagi sang kolega. Torehan lima assist-nya - yang terbanyak di Arsenal - menjadi bukti jika Sanchez lebih dari sekedar penyerang sayap.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics