FOKUS: Emmanuel Kenmogne Bomber Tersubur ISL Musim Ini

Kendati gagal mengantarkan Persebaya menuju ke fase akhir ISL musim ini, Pacho tetap memiliki peluang besar untuk menjadi top skor kompetisi.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 telah memasuki babak akhir, empat tim sudah memastikan tempat mereka di fase semi-final yang akan berlangsung di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada 4 November mendatang.

Persipura Jayapura, Arema Cronus, Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya akan saling berhadapan demi memperebutkan dua tiket untuk melenggang ke babak puncak musim ini yang digelar 7 November mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Hanya saja, jika menengok tabel pencetak gol terbanyak sementara ini, menariknya tidak ada satupun nama dari keempat semi-finalis yang bercokol sebagai pemain tersubur musim ini. Justru nama bomber Persebaya Surabaya, klub yang tersisih di fase delapan besar, Emmanuel 'Pacho' Kenmogne berada di sana.

Bersama skuat Green Force, Pacho menunjukkan performa gemilang sejak awal babak reguler hingga mampu mengakhiri kampanye musim ini dengan total 25 gol dari 25 penampilan, memiliki rasio satu gol per pertandingan. Sebuah catatan yang sangat impresif untuk sang penyerang.

Kinerjanya memang sudah terlihat jelas sejak awal musim ini. Didatangkan dari Persija Jakarta, Pacho langsung menorehkan gol di laga debut ISL dengan mencetak dua gol ke gawang Mitra Kukar. Sejak saat itu, gol demi gol lahir dari kaki maupun kepala pemain asal Kamerun tersebut ke gawang lawan.

Bahkan pria 34 tahun itu juga mengabadikan namanya dalam rekor pemain dengan koleksi hat-trick terbanyak musim ini. Tiga klub, Persepam Madura United (14/3), Persiba Bantul (14/8) dan Persela Lamongan (19/8) pernah menjadi 'korban keganasan' sang pemain.

Lika-liku performa pun sempat menghampiri Pacho, di fase delapan besar, ia sempat mengalami penurunan penampilan. Dari delapan laga, ia hanya mampu membukukan dua gol. Ada dua faktor yang ditengarai berperan dalam hal itu, yakni taktik pelatih Rahmad Darmawan yang cenderung monoton dan sudah dipelajari lawan serta masalah finansial yang sempat menghampiri tubuh tim.

Namun apapun hambatannya, faktanya itu tak membuat Pacho tergoyahkan di puncak daftar top skor, Samsul Arif baru menorehkan 16 gol, disusul Cristian Gonzales dengan 15 gol, dengan dua laga sisa bisa dibilang mustahil dua penggawa Arema Cronus itu untuk bisa menyamai atau bahkan melewati torehan Kenmogne.

Catatan tersebut membuat pemain yang pernah merumput di Eropa itu hanya tinggal menunggu waktu untuk ditahbiskan meraih penghargaan 'sepatu emas' musim ini dengan 25 gol. Sebuah pencapaian yang fantastis namun belum cukup untuk memecahkan rekor 28 gol bersama milik Boaz Solossa dan Gonzales sebagai top skor yang bertahan sejak musim 2008/09.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.