FOKUS: Emre Can, Calon Idola Baru Liverpool

Dari statistik performa, kualitas bermain hingga kepribadiannya, pemain asal Turki itu punya segalanya untuk jadi idola di Merseyside.

OLEH MOHAMMAD YANUAR Ikuti @mohammadyanuar di twitter
Selangkah lagi, Emre Can akan resmi bergabung dengan Liverpool dari Bayer Leverkusen. Liverpudlian sudah menyambut antusias bakal hadirnya pemain asal Turki tersebut.

Bukan tanpa alasan jika pemain ini mendapat sambutan spesial. Pasalnya, secara statistik penampilan, Emre Can menjanjikan 'keajaiban'.
Usianya masih 20 tahun. Emre Can juga mampu bisa dimainkan di sejumlah posisi, yang artinya dia sudah memenuhi syarat sebagai pemain modern.
Dengan usia yang juga masih belia dan potensi yang belum tergali sepenuhnya, bergabung di skuat Brendan Rodgers menjadi keputusan yang tepat. Manajer Liverpool itu terbukti piawai mengasah bakat terpendam dari pemain berbakat. Ingin bukti? Jon Flanagan dan Raheem Sterling bisa menjadi contoh nyata.
Namun, bagaimana kansnya bisa masuk skuat utama Liverpool di musim depan?

Melihat posisinya sebagai gelandang bertahan atau bek kiri, dan usia yang masih muda, mungkin dibutuhkan sedikit waktu untuk Can beradaptasi dengan tim barunya.
Tapi, bila dilihat musim lalu, Can punya potensi untuk sukses. Tampil di 27 laga, dengan rata-rata bermain 90 menit, Can bisa menuntaskan 32,97 umpan per 90 menit di Bundesliga Jerman bersama Leverkusen.
Bila dibandingkan dengan kapten Liverpool Steven Gerrard, yang kemungkinan akan menjadi rivalnya untuk posisi gelandang bertahan, capaian Can kalah jauh. Gerrard mencatat 58,1 umpan sukses selama 90 menit.
Namun, gaya bermain Liverpool dan Leverkusen tak bisa disamakan. Di Liverpool, penguasaan bola adalah kunci permainan, sementara Leverkusen memainkan gaya yang sedikit berbeda.
Dalam memainkan kreasi permainan, Gerrard juga lebih unggul. Kapten Inggris itu membuat 2,08 kans mencetak gol di tiap laga, sementara Can hanya 0,66. Akurasi tendangan juga tak bisa dibanggakan, hanya 44 persen dibandingkan 65 persen milik Gerrard.

Tapi dalam penguasaan bola dan dribel, Can punya keunggulan dibanding Gerrard.
Namun, catatan statistik tersebut tak bisa dijadikan acuan utama. Ingat, Can masih berusia 20 tahun dan masa depannya terhampar luas, pun demikian kans untuk terus berkembang.
Yang pasti, Can memiliki sejumlah potensi dan bakat untuk terus meningkat. Kekuatan utamanya ada pada kemampuan beradaptasi di setiap sisi lapangan dan peran di tim.
Namun, jiwa mudanya kerap merugikan klub. Tercatat Can mendapatkan sembilan kartu kuning di musim lalu bersama Leverkusen. Bandingkan dengan pemain Liverpool yang mayoritas hanya mendapatkan tujuh kartu kuning di sepanjang musim.
Kondisi fisik Can juga mungkin harus lebih diperbaiki, pun demikian dengan kualitas dan kematangan bermain. Karena itulah mungkin akan dibutuhkan sedikit waktu untuk bisa melihat potensi terbaik dari Can di musim depan. Tapi setidaknya, Liverpool sudah sukses mendatangkan salah satu pemain berbakat yang ada di luar sana.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics