FOKUS: Filippo Inzaghi Kontra Massimiliano Allegri, Friksi Itu Berlanjut Di Lapangan Hijau

Jika sebelumnya terjadi perang dingin di antara keduanya di tubuh Milan, kini mereka bisa membuktikan siapa yang lebih baik langsung dari pinggir lapangan.

OLEH MOHAMMAD YANUAR Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Massimiliano Allegri dan Filippo Inzaghi pernah memiliki hubungan yang hebat saat menjadi pelatih dan pemain. Tapi semua berakhir buruk tahun lalu.
Manajemen Milan memanggil keduanya ke ruang trofi di kantor Milan yang lama di Via Turati. Allegri dan Inzaghi diminta menjelaskan apa yang terjadi sebelum mereka memberikan penjelasan resmi di depan khalayak.

Masalahnya terjadi semalam sebelumnya. Menurut kabar burung, yang kemudian dikonfirmasi, keduanya berseteru satu sama lain di Vismara, markas sekaligus tempat latihan untuk tim junior Milan. Paginya, keduanya tak ubahnya anak kecil yang baru saja dipaksa berdamai dan berjabat tangan oleh orang tuanya.

Allegri pun memberikan pernyataannya, menepis kabar bahwa terjadi sesuatu hal yang serius di antara mereka.

"Tak ada apa-apa," ujarnya saat itu.

"Saya tak punya masalah dengan Pippo. Adu mulut hanya berjalan tak lebih semenit. Tak ada kebencian yang ditunjukkan atau hinaan seperti yang sudah diberitakan."

Inzaghi juga tak ketinggalan memberikan pernyataan versinya sendiri. Dia lebih memilih meminta maaf karena adu mulut dirinya dengan Allegri terjadi di depan pemain U-16 yang ditanganinya.

"Kami Milan. Kami semua ingin yang terbaik buat Milan. Ketimbang kami menggambarkan sesuatu yang ideal dan hal ini tidak membantu, kami harusnya langsung menolong Milan. Saya minta maaf," ujarnya.

Inzaghi tahu dirinya berusaha menegaskan kehormatan klub di atas segalanya. Apa yang diutarakannya, yang mungkin terdengar seperti pelatih tim utama, bisa jadi menyinggung Allegri sekaligus mempertanyakan perannya pada saat itu. Dan mungkin itulah yang menjadi masalah utama dari perseteruan di antara mereka saat itu.

Allegri bisa jadi dalam posisi yang tertekan. Bagaimana tidak, ia seakan tak memiliki kekuatan untuk bisa mempertahankan pemain terbaiknya. Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva dilepas klub, juga pemain veteran seperti Alessandro Nesta dan Clarence Seedorf. Dia juga sudah mengalami dua kekalahan dari tiga laga di Serie A dan ditahan Anderlecht di San Siro di ajang Liga Champions. Karena itu, bila ada yang sedikit saja mengusiknya, lumrah bila Allegri terusik, dalam hal ini seperti kasus Inzaghi.

"Kamu menginginkan pekerjaan saya?" sergah Allegri kepada Inzaghi versi La Gazzetta dello Sport pada saat itu.

"Pastinya, saya akan mengambil tugasmu dan memberikan hasil yang lebih baik juga," jawab Inzaghi, yang pada saat itu masih 39 tahun dan berstatus sebagai pemain.

Apa pun itu, Allegri bertahan di posisinya. Tapi tak bisa dimungkiri, perselisihan tersebut membuat kursinya goyang. Spekulasi pun beredar bahwa tak lama lagi, Allegri akan disingkirkan dari kursinya sebagai allenatore Milan.

Bagaimana dengan Inzaghi? Karirnya sebagai pemain mendekati akhir. Namanya tak dimasukkan Allegri dalam skuat yang bermain di Liga Champions. Tentunya hal itu mengecewakan Inzaghi, yang memiliki impian bisa terus mendekati rekor gol Raul Gonzalez. Tapi pada akhirnya, dengan kondisi cedera yang dialami Inzaghi paa saat itu, dia lebih memilih untuk mengikuti saran adiknya, Simone.

"Saya tahu dia ingin bermain semusim lagi, dan mungkin dia bisa mencetak sepuluh gol lagi, tapi hal itu tak akan mengubah apa pun. Karena alasan ini, saya menyarankannya menerima tawaran Milan, menangani tim muda. Perasaan yang Anda dapatkan menangani anak-anak ini rasanya tak bisa digambarkan," tukas Simone.

Inzaghi mengikuti saran adiknya dan memulai karirnya yang baru. Sejak saat itu dia menjadi bruciato le tappe, datang dari jalan yang panjang di waktu yang sedemikian mepetnya.

Setelah menukangi tim U-16 dan tim senior muda, yang dibawanya meraih trofi Viareggio untuk kali pertama dalam satu dekade, Inzaghi kini bersiap menghadapi Allegri di Serie A.

Dan kini, momen itu tiba. Inzaghi dan Allegri akan bertemu satu sama lain untuk menjawab pertanyaan masing-masing siapa di antara mereka yang menjadi terbaik. Kendaraannya adalah Milan dan Juventus, Inzaghi menangani Rossoneri, Allegri kebagian memimpin Juventus. Laga dilangsungkan di San Siro pada akhir pekan.

Indikasi laga berjalan seru terbuka lebar. Milan dan Juventus adalah penguasa klasemen Serie A Italia saat ini. Dua laga mereka diakhiri dengan kemenangan 100 persen, baik saat berstatus sebagai tuan rumah atau pun tim tamu.

Materi pemain yang dimiliki masing-masing pelatih juga bisa diandalkan. Singkatnya, duel bertajuk bigmatch nanti akan menjadi laga yang memang bigmatch.

Bagaimana hasilnya? Apa jadinya perseteruan kedua pelatih di pinggir lapangan? Menurut Anda?

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics