FOKUS: Iker Casillas Versus Claudio Bravo, Rivalitas Anyar Kiper El Clasico

Iker Casillas yang dikenal sebagai kiper legendaris Real Madrid ditantang oleh pendatang baru di Barcelona, Claudio Bravo, dalam duel El Clasico!

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Laga yang paling dinanti publik sepakbola seantero dunia bakal segera tersaji di Santiago Bernabeu. Apalagi jika bukan duel sengit antara Real Madrid dan Barcelona dalam bentrok bertajuk El Clasico, pada jornada 9 La Liga Spanyol, Minggu (26/10) dini hari WIB.
Laga megah ini juga jadi duel ke-37 kapten Madrid, Iker Casillas, sepanjang partisipasinya di El Clasico. Ada begitu banyak cerita bahagia hingga duka yang ia dapat dari jumlah tersebut. Namun satu hal, karena kini ia akan sedikit kehilangan aura rivalitas yang mayoritas didapatkannya dari kiper andalan Barca terdahulu, Victor Valdes.
Ya, kiper berkepala plontos itu memutuskan untuk tak memperpanjang kontraknya di Katalan pada akhir musim lalu, dan lantas memilih pergi mencari tantangan baru. Barca cukup kelabakan karenanya, mereka pun bergeliat mencari kiper baru yang sepadan dengan Valdes. Dua nama kemudian didapat, yakni Marc-Andre Ter Stegen dari Borussia Moenchengladbach dan Claudio Bravo asal Real Sociedad.
Nama pertama yang masih berusia 22 tahun sejatinya diproyeksikan sebagai kiper utama. Namun kedatangannya yang disertai cedera, membuat nama kedua yang tampil brilian bersama timnas Chili di Piala Dunia 2014 otomatis jadi pilihan pertama. Tanpa disangka Bravo mampu tampil begitu brilian.
Dan ketika Ter Stegen sudah kembali fit, sang pelatih, Luis Enrique pun enggan menggeser Bravo dari tempat utama, khususnya di ajang La Liga. Kini, jelang dilangsungkannya El Clasico edisi ke-228, Claudio Bravo siap hadirkan rivalitas baru melawan Iker Casillas.

Harus diakui, Casillas yang sekarang bukanlah Casillas yang kita kenal di masa lampau. Gerakannya tak secepat dahulu, reaksinya tak lagi cekatan, dan yang paling jadi sorotan adalah kebiasaan barunya melakukan blunder.
Karena performa buruknya, tak hanya media dan suporter lawan yang mencemoohnya, publik Santiago Bernabeu sendiri terlihat kerap memberikan siulan setiap kali Casillas menyentuh bola. Posisinya sebagai kiper utama yang menjabat kapten bahkan mulai digoyang dalam kurun dua musim terakhir.
Tapi Casillas tetaplah Casillas, di tengah situasi pelik yang dihadapinya, musim lalu sang kapten tetap mampu memimpin Los Blancos meraih gelar La Decima di Liga Champions. Dan berangsur situasinya semakin membaik, seiring kepergian kiper pesaingnya, Diego Lopez, pada bursa musim panas lalu.
Meski Madrid mendatangkan kiper terbaik Piala Dunia 2014, Keylor Navas, kembalinya Casillas ke pos kiper utama tak terhindarkan. Sayangnya performa yang diharapkan publik masih belum hadir dari kiper yang sudah berusia 33 tahun tersebut.
Tampil di tujuh pertandingan La Liga musim ini, Casillas sudah kebobolan delapan gol atau rerata 1,14 gol di setiap partainya. Kebiasaan barunya melakukan blunder positioning juga belum lenyap dan hal itu terpapar jelas dari kekalahan 4-2 kontra Real Sociedad di jornada 2 lalu.
Perbaikan performa lantas nampak dalam empat partai terakhir, di mana Casillas mulai mampu mengomando lini belakangnya dengan baik hingga sukses melakukan clean sheet. Ups, catatan 16 penyelamatan yang dilakukannya juga patut mendapat perhatian khusus. Torehan itu menjadikan pasangan dari Sara Carbonero itu masuk dalam tiga besar kiper yang paling sering melakukan saves di La Liga musim ini.
Casillas mulai tunjukkan kebangkitan dalam empat laga terakhir
Sementara Bravo hingga kini masih dalam daftar teratas kandidat peraih gelar El Zamora. Bagaimana tidak, di Eropa ia kini jadi satu-satunya kiper yang belum kebobolan dan sudah melakukannya dalam delapan partai beruntun La Liga!
Tak perlu Anda ragukan lagi bagaimana reaksi kiper asal Chili ini ketika diuji untuk menghalau bola yang mengarah ke gawangnya. 14 penyelamatan yang dilakukannya sejauh ini jadi paparan mencolok. Keyakinan Enrique kepadanya semakin menjadi kala melihat keahlian lain Bravo.
Ya, selain jadi sosok pengganti Valdes, Bravo juga secara tak terduga mampu menggantikan peran kapten legendaris yang pensiun musim lalu, Carles Puyol. Kiper berusia 31 tahun itu memiliki dominasi hebat dalam mengomando lini belakanganya. Siapa yang menyangka Javier Mascherano dan Gerard Pique besia begitu padu musim ini, jika bukan karena komando Bravo?
Satu kekurangan yang mungkin dimiliki Bravo adalah adalah kemampuannya dalam membangun serangan. Hal itu bisa dilihat dari akurasi umpan jauhnya yang hanya menyentuh angka 47 persen, jauh di bawah Casillas yang memiliki akurasi 63 persen.
Selain itu Bravo juga belum melakoni duel yang memiliki tensi luar biasa layaknya El Clasico bersama Blaugrana. Pembuktian akan kualitasnya bisa ia lakukan dalam partai besar tersebut.
"Demam panggung di El Clasico? Saya rasa tidak. Di Santiago Bernabeu yang mengesankan, saya lebih termotivasi dari sebelumnya. Duel ini jadi sesuatu yang membuat saya fokus di pertandingan dan membantu saya mempertahankan level permainan," cetus Bravo jelang El Clasico.
Menarik menantikan rivalitas kedua kiper dalam duel maha hebat di Santiago Bernabeu nanti. Apalagi Casillas dan Bravo kini tengah haus akan kebutuhan serupa, yakni pembuktian. Jika nama yang disebut pertama ingin menegaskan kebangkitannya sebagai kiper terbaik abad ini, maka nama kedua ingin memastikan statusnya sebagai kiper utama di Barcelona.
Ya, terkadang tak melulu si pencetak gol yang jadi bintang dalam pertandingan. Peran lain layaknya kiper juga bisa jadi penentu hasil akhir. Karenanya, tak salah jika Casillas dan Bravo bisa jadi sosok yang dimaksud tersebut dalam duel El Clasico esok!

addCustomPlayer('16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', '', '', 620, 540, 'perf16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', 'eplayer4', {age:1407056178000});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics