FOKUS: Ivan Rakitic, Jugador Anyar Barcelona

Fabregas memutuskan hengkang karena tak kebagian tempat di Camp Nou, mampukah Rakitic berperan dalam proyek baru Barca bersama Luis Enrique?

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Bienvenido Ivan Rakitic!

Teka-teki masa depan Rakitic resmi berakhir setelah Barcelona mengumumkan transfer sang gelandang Kroasia dari Sevilla semalam. Media Spanyol melaporkan Blaugrana mengeluarkan kocek 18 juta euro dan menyepakati transfer Denis Suarez, gelandang Barcelona B, yang dipinjamkan ke klub Andalusia untuk dua tahun ke depan.

Sebelum resmi menyegel servis Rakitic, Barcelona dikaitkan dengan sejumlah pemain, termasuk bintang Borussia Dortmund Marco Reus. Tapi rumor menguap setelah sang pemain dibekap cedera yang memaksanya urung tampil di pagelaran akbar Piala Dunia.

Lalu apa alasan Barca memutuskan merekrut pemain kelahiran 10 Maret 1988? Apalagi, The Catalans punya pengalaman tak mengenakkan saat memboyong pemain Kroasia Robert Prosinecki di pertengahan 1990-an.

Bukan tanpa alasan Blaugrana menunjuk pemain kelahiran Swiss sebagai penggawa baru kelima - setelah memulangkan Rafinha, Gerard Deulofeu, membeli Marc-Andre ter Stegen dan Jordi Masip yang dipromosikan dari Barcelona B - untuk masuk dalam proyek entrenador anyar Luis Enrique.

Rakitic mengawali kariernya di FC Basel pada 2005 sebelum akhirnya hijrah ke klub Bundesliga Schalke dua tahun kemudian. Torehan 12 gol selama empat tahun di Schalke rupanya membuat Sevilla kepincut dan meminangnya di musim panas 2011. Bersama Sevilla-lah Rakitic menunjukkan kelasnya sebagai salah satu gelandang mumpuni di Eropa.

Dari musim ke musim, penampilan Rakitic terus meningkat, dan seperti dilansir laman resmi Blaugrana, sukses sang pemain 30 kali menjebol gawang lawan dalam 145 penampilan di tiga musim terakhir ternyata sukses membuat manajemen luluh mengeluarkan lebih dari separuh hasil penjualan Cesc Fabregas dengan durasi kontrak lima tahun.

Maka kehadiran Rakitic ke klub Catalan pun dikaitkan sebagai pengganti Fabregas yang kepergiannya ke Chelsea dikonfirmasi pekan lalu. Tapi, jika Fabregas saja memutuskan angkat koper lantaran tak kebagian tempat, apa yang membuat Rakitic diyakini bisa membantu proyek Enrique di tengah nama besar seperti Andres Iniesta dan Xavi Hernandez?

Membandingkan performa dua pemain ini di musim lalu, fans Barcelona bisa optimistis dengan potensi yang dimiliki Rakitic. Musim lalu, pelatih Unai Emery memainkan Rakitic sebagai gelandang tengah dan memiliki menit bermain lebih banyak dibandingkan mantan skipper Arsenal.

Akurasi umpan Fabregas (87% dari 2183 umpan) memang lebih baik dibandingkan sang gelandang Kroasia (79,7% dari 1740 umpan), tapi si pendatang baru memiliki keunggulan dalam memenangkan tekel, clearance, intersepsi dan blocking. Dan yang terpenting, Rakitic lebih subur dibandingkan Fabregas dengan menyumbang 12 gol, unggul empat dari pemain internasional Spanyol.

Kehadiran Rakitic juga bisa mengatasi masalah Blaugrana dalam duel bola-bola atas. Dengan tinggi 184 cm, Rakitic lebih banyak memenangkan duel udara ketimbang Fabregas. Tim Catalan juga tak perlu ragu dengan jam terbang pemain anyarnya di pentas Eropa, dengan sukses membawa Sevilla menjadi kampiun Liga Europa musim lalu menjadi bukti sahih kelas sang pemain di Benua Biru.

Dan, dengan pengalaman mengapteni Sevilla di musim lalu, Rakitic tidak hanya bertekad memutus tren negatif pemain Kroasia di Camp Nou setelah Prosinecki cuma bertahan semusim sebelum dilego ke Sevilla, dia juga diharapkan menjadi mentor buat gelandang masa depan Alen Halilovic, yang akan mengawali kariernya di Barcelona B.

“Selamat datang, kawan!” sambut Halilovic antusias dalam akun instagram-nya, @halil9999.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics