FOKUS: Lima Cara Manchester United Kalahkan Liverpool

United harus melakukan cara-cara berikut untuk menaklukkan rivalnya tersebut saat bertanding di Old Trafford.

OLEH ADHE MAKAYASA Ikuti di twitter
Manchester United akan menggelar pertandingan besar ketika diharuskan menjamu Liverpool di Old Trafford guna menjalani derby North-West dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-16, Minggu (14/12) malam WIB.

Tim arahan Louis van Gaal untuk saat ini bercokol di urutan ketiga setelah merangkum kemenangan kelimanya secara beruntun usai mengalahkan Southampton pada awal pekan selagi Liverpool kini berada di peringkat sembilan dan terpaut enam poin dari tim penghuni empat besar.

Meski di musim lalu United kalah dua kali baik kandang dan tandang, The Red Devils tidak lantas putus harapan lantaran di kesempatan kali ini mereka memiliki berbagai senjata untuk menjungkalkan The Reds.

Guna mewujudkan hal itu, United harus melakukan cara-cara berikut untuk menaklukkan rivalnya tersebut sebagaimana Goal Indonesia rangkum di bawah ini. Selamat menyimak!

Tidak diragukan lagi Steven Gerrard merupakan pemain paling berbahaya di pertemuan ini. Mengingat latar belakangnya yang begitu kental dengan aroma Merseyside, skipper Liverpool itu tentu tahu betul akan makna dari derby North-West.

Dari 28 penampilannya melawan United di ajang Liga Primer Inggris, Gerrard mampu membawa timnya menang di sepuluh pertandingan, seri dua kali dan 16 sisanya berujung kekalahan. Akan tetapi, yang bersangkutan sukses mencetak delapan gol dengan lima di antaranya tercipta di Old Trafford.

Meski usianya tidak lagi muda, Gerrard, 34, tetap patut diwaspadai dan menjadi tugas lini tengah United untuk mematikannya guna menghindarkannya berselebrasi mencium kamera!

Wayne Rooney selalu bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya ketika diberi kebebasan saat bermain. Dengan ia yang kini diserahi jabatan sebagai kapten tim, Rooney tentu tidak ingin membuat timnya down dengan melakukan tindakan konyol.

Dengan memiliki latar belakang Merseyside, di mana ia condong ke Everton dan tidak menyukai Liverpool, pemain 29 tahun itu jelas akan berjuang mati-matian demi harga dirinya beserta tim yang kini ia bela.

Manajer Van Gaal kiranya akan memberi kebebasan kepada Rooney dan kita mungkin bakal melihatnya turun sampai ke belakang untuk menjemput bola dan menjadi jenderal dalam pendistribusian serangan.

Setelah mendapat kritik menyusul penampilannya yang dianggap tidak baik usai kembali dari Piala Dunia 2014, Robin van Persie kini telah mendeklarasikan bahwa dirinya fit dan semakin tajam.

Dari tiga pertandingan terakhir, penyerang asal Belanda itu sukses menjaringkan tiga bola dan menyumbang satu assist sebagaimana timnya mendapatkan lima kemenangan secara beruntun.

Di pertandingan terakhir melawan Southampton, Van Persie sukses memborong semua gol dalam kemenangan 2-1 atas The Saints meski yang bersangkutan hanya memiliki tiga kesempatan menembak bola.

Dengan insting membunuhnya yang mulai pulih, maka ini adalah sinyal bahaya untuk Liverpool sekaligus kesempatan emas bagi United untuk mendulang kemenangan.

Lini belakang menjadi salah satu permasalahan Liverpool di musim ini. Dalam hal ini, barisan pertahanan The Reds kerap menjadi sorotan dengan mereka yang telah membiarkan 19 bola masuk ke gawang Simon Mignolet di ajang Liga Primer.

Pemain-pemain seperti Martin Skrtel dan Dejan Lovren sering luput dalam koordinasi menghadapi bola mati, pun demikian dengan Kolo Toure dan Mamadaou Sakho. Glen Johnson di sisi kanan serta Alberto Moreno di sisi kiri kerap terlambat turun sehingga membuat pertahanan mereka menjadi kian rentan untuk diserang.

Mendapati fakta seperti demikian, maka United harus bisa menggencarkan serangan dengan menyasar kotak penalti dan menunggu barisan lawan melakukan kesalahan.

Situasi bola mati menjadi peluang United untuk mencetak angka. Dengan buruknya koordinasi lini belakang dan sosok Mignolet yang kerap berbuat kesalahan tidak perlu, maka kesempatan untuk mendapatkan gol kian terbuka.

Performa buruk Mignolet di musim ini mengundang penjaga gawang legendaris seperti Bruce Grobbelaar untuk mengkritiknya. Dalam sebuah keterangan beberapa waktu lalu, sosok 57 tahun ini bahkan tak segan menyebut kiper Belgia itu lebih buruk ketimbang Drakula.

“Saya berani menyebut Mignolet lebih buruk ketimbang Drakula karena setidaknya Drakula berani keluar dari peti matinya,” demikian Grobbelaar. “Dia hanya bertahan di areanya dan cuma itu! Area tersebut, bukan sekadar enam yard, adalah milik penjaga gawang - dan harusnya Mignolet bisa lebih baik!”

Jika ada kesempatan, penggawa Setan Merah harus langsung mengarahkan bola yang mereka kuasai ke arah Mignolet dan berharap sang kiper melakukan kesalahan lainnya.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics