FOKUS: Liverpool Harus Berhenti Andalkan Steven Gerrard

Liverpool seharusnya mulai membiasakan diri bermain tanpa kehadiran Steven Gerrard di lini tengah permainan.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Liverpool akan menjalani laga berat ketika harus menjamu Chelsea dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (8/11) besok.

Tidak hanya karena lawan mereka adalah pemuncak klasemen sementara dengan catatan tidak pernah kalah sejauh ini, tetapi dalam beberapa pertandingan terakhir, skuat asuhan Brendan Rodgers juga tidak mampu mengeluarkan performa terbaik.

Pada lima pertandingan terakhir, The Reds hanya mampu memetik satu kemenangan yaitu pada ajang Piala Liga, selain itu, mereka dua kali tumbang di Liga Champions (keduanya melawan Real Madrid) dan satu kalah dan satu kali imbang di Liga Primer Inggris.

Ada yang cukup unik dalam lima laga tersebut, yaitu Steven Gerrard hanya absen satu kali, yaitu ketika Liverpool meraih kemenangan! Saat itu, The Reds menaklukkan Swansea City dengan skor 2-1 melalui gol Mario Balotelli dan Dejan Lovren, untuk menyegel tiket babak perempat-final Piala Liga. Pada empat laga sisanya, Gerrard turut berpartisipasi dengan tiga kali sebagai starter dan sekali sebagai pemain pengganti di laga tengah pekan kemarin ketika takluk di Santiago Bernabeu dengan skor 1-0.

Gerrard tampak terlalu diforsir untuk terus berperan sebagai pengubah pertandingan oleh Liverpool, di mana ia bermain penuh selama 90 menit dalam seluruh pekan Liga Primer Inggris sejauh ini. Memang dalam delapan pertandingan perdana di semua ajang ia masih mampu menunjukkan performa menawan dengan kontribusi dua gol dan satu assist. Namun, lambat laun, usianya yang sudah mencapai 34 tahun tidak dapat ditutupi.

Bahkan, mantan rekan Gerrard, Luis Suarez, yang telah hengkang ke Barcelona, menilai bahwa kapten The Reds tersebut seharusnya mengambil keputusan pensiun setelah mengalami insiden 'terpeleset' yang mengakibatkan timnya gagal menjadi juara liga musim lalu.

"Jika saya berada di posisi Stevie, saya tidak tahu jika saya akan mampu terus bermain,” tulis pemain Uruguay dalam autobiografi barunya. “Secara emosional, itu pasti sangat, sangat berat."

Alhasil, performa Gerrard yang memudar membuat The Reds ikut terbawa turun hingga mereka kini menempati posisi ketujuh di klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan meraih 14 dari 30 poin yang diperebutkan.

Oleh karena itu, sudah saatnya Liverpool berhenti menggantungkan timnya pada sosok Gerrard dan mulai menyerahkan peran sang kapten kepada pemain lain, seperti yang dikatakan oleh eks pemain The Reds dan Real Madrid, Steve McManaman.

"Tidak bisa selalu Steven Gerrard yang harus melakukan sesuatu. Dia berusia 34 tahun. Dia adalah pemain terbaik Liverpool. Tetapi itu telah ada pada dirinya selama 15 tahun terakhir. Pemain lain harus maju dan melakukannya," ujarnya kepada BT Sport.

Memang beberapa gelandang Liverpool masih belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya, seperti Philippe Coutinho yang tidak maksimal seperti musim lalu, kemudian Adam Lallana dan Lazar Markovic yang diboyong dengan harga fantastis (£23.7 juta dan £20 juta) namun masih belum tampil sesuai ekspektasi. Kemudian, Emre Can yang tampak menjanjikan dengan kerja kerasnya yang tinggi, namun juga belum mampu memberikan perbedaan.

Namun, bagaimanapun juga, mereka - terutama tiga pemain baru - membutuhkan kesempatan bermain yang lebih banyak agar bisa segera beradaptasi dengan permainan tim.

Meski demikian, Rodgers sepertinya akan tetap memberi kepercayaan penuh kepada Gerrard saat menjamu Chelsea akhir pekan ini, mengingat ia telah mengistirahatkan sang kapten dengan diberi kesempatan main selama 20 menit di Santiago Bernabeu.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.