FOKUS: Liverpool Harus Segera Dapatkan Bek Baru

Kegagalan Liverpool menjadi juara Liga Primer Inggris tahun lalu adalah karena lemahnya lini belakang, bek baru di musim panas diyakini menjadi jawaban untuk musim depan.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Musim 2013/14 menjadi musim paling sensasional bagi Liverpool dalam beberapa tahun terakhir, setelah mereka nyaris merengkuh gelar juara Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 1990.
Kekuatan mereka di musim lalu terletak pada ganasnya lini depan tim. Total dalam 38 pertandingan liga musim lalu, mereka sukses mencetak 101 gol, terbanyak kedua setelah Manchester City (102), di mana kebanyakan gol diciptakan oleh dua penyerang mereka yaitu, Luis Suarez (31) dan Daniel Sturridge (21), yang menempati posisi satu dan dua pencetak gol terbanyak.

Suarez menjadi sosok yang paling mencolok di lini depan The Reds, selain berhasil menjadi top skor di akhir musim, ia juga menjadi pemain non-Eropa pertama yang menjadi pemain terbaik 2013/14 versi PFA dan juga pemain terbaik 2013/14 versi FWA.

Pemain yang absen dalam beberapa pertandingan awal karena menjalani sanksi akibat menggigit Branislav Ivanovic di musim sebelumnya itu juga memecahkan beberapa rekor klub ataupun di Liga Primer Inggris, seperti menciptakan rekor baru dengan mencapai 20 gol dengan jumlah pertandingan paling sedikit, yaitu 15 laga. Simak rekor Suarez musim 2013/14 selengkapnya dengan meng-klik ini.

Namun, sayang keganasan lini depan tidak dibarengi dengan kekokohan di sektor belakang. Dalam 38 laga, The Reds total kemasukan 50 gol di Liga Primer Inggris 2013/14 (sepuluh kali clean sheet), itu adalah jumlah kemasukan terburuk di antara klub-klub yang menempati posisi lima besar.

Dari hal tersebut, bisa dilihat bahwa masalah di lini belakang yang membuat Liverpool gagal mengamankan gelar juara di akhir musim. Pelatih Brendan Rodgers tampak kesulitan meramu duet jantung pertahanan terbaik di depan Simon Mignolet.

Eks bek andalan Liverpool, Jamie Carragher, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik lini pertahanan mantan klubnya tersebut, musim lalu.

"Mereka kemasukan terlalu banyak. Empat pemain belakang dan lini pertahanan tim menunjukkan mereka tak bisa mengatasi masalah. Mereka sebenarnya pemain bagus, tapi bukan pemimpin tim," ujar Carragher. "Saya melihat pemain belakang tersebut dan mereka bagi saya secara mental sangat kurang. Saya merasa tak ada komunikasi yang cukup antara bek dan kiper," tandasnya.

Pernyataan Carragher tersebut mencerminkan lima gol bunuh diri yang tercipta ke gawang Liverpool di musim lalu, yang semuanya dilakukan oleh pemain belakang, yaitu Martin Skrtel (tiga kali), Glen Johnson dan Kolo Toure.

Skrtel, meski paling banyak teledor dan menciptakan gol bunuh diri, dia menjadi sosok yang paling diandalkan. Mamadou Sakho yang didatangkan dari Paris Saint-Germain, lebih sering dipercaya untuk menjadi teman duet, dengan sesekali Daniel Agger dan Toure menggantikan posisinya.

Skrtel jauh mendominasi statistik pertahanan di Liverpool dengan 409 kali sapuan (dibandingkan dengan ketiga rekannya, Toure dengan 147 sapuan, Sakho 136 sapuan dan Agger 114 sapuan), 37 kali tekel sukses, 62 intersep, 197 duel menang, 129 kali menang dalam duel udara.

Meski Sakho sebenarnya sudah cukup menjanjikan sebagai pemain debutan di Liga Primer Inggris, setelah menjadi pemain dengan prosentase tekel sukses terbesar (93%) di klub, namun tuntutan tinggi dengan mengikuti empat kompetisi musim depan, The Reds memang wajib mencari bek tengah baru.

Nama yang muncul dalam beberapa pekan terakhir adalah Dejan Lovren, bek jangkung yang direkrut Southampton musim panas tahun lalu dari Lyon dengan banderol £8 juta.

Ia tampil memikat bersama The Saints dan juga bersama tim nasional Kroasia pada Piala Dunia 2014. Oleh karena itu, pelatih Rodgers bahkan rela merogoh kocek sebesar £20 juta untuk pemain tersebut.

Namun, transfer Lovren terhambat karena manajemen The Saints menilai tawaran yang diajukan oleh Liverpool masih kurang. Mereka meminta tambahan sebesar £5 juta, atau total sebesar £25 juta, apabila The Reds benar-benar berminat untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain.

Sebenarnya, banderol tersebut bukan apa-apa bagi Liverpool yang mendapatkan suntikan dana raksasa (£70 juta) berkat penjualan Luis Suarez ke Barcelona. Tetapi mereka telah memborong Rickie Lambert, Adam Lallana, Emre Can dan Lazar Markovic dengan total dana sekitar £60 juta, belum lagi mereka juga hampir memastikan pembelian Divock Origi dan Loic Remy, dan juga rencana membajak Arturo Vidal dari Juventus. Oleh karena itu, mungkin saja anggaran belanja Rodgers menjadi diperketat, terutama Southampton yang sudah menyedot dana Liverpool melalui Lambert dan Lallana.

Apabila dilihat dari kebutuhan tim, maka seharusnya manajemen Liverpool harus berani membayar mahal Lovren, terlebih lagi dia satu tim dengan Lambert dan Lallana yang sudah dulu menyebrang ke Anfield, sehingga proses adaptasi tidak akan terlalu lambat.

Hal tersebut diamini oleh mantan pemain Liverpool Ray Houghton: "Saya pikir Liverpool akan menjadi tim yang kompetitif. Saya masih ingin mereka mendatangkan beberapa bek baru," ujarnya kepada Sky Sports.

"Saya tahu Lovren adalah salah satu pemain dari Southampton dan saya pikir dia akan menjadi tambahan yang luar biasa. Saya banyak memantaunya musim lalu. Saya pikir dia adalah bek yang sangat bagus dan Liverpool membutuhkan opsi lini belakang."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics