FOKUS: Mampukah Real Madrid Pertahankan Gelarnya?

Mampukah Real Madrid mempertahankan gelar Liga Champions musim ini, sekaligus torehan trofi mereka yang ke-11?

OLEH HAPPY SUSANTO Ikuti di twitter

Fase grup Liga Champions akan mulai berlangsung pada Rabu (17/9) dinihari WIB. Real Madrid akan menghadapi FC Basel di pertandingan perdana Grup B di Santiago Bernabeu.

Jelang pertandingan ini, performa Los Blancos di kompetisi Primera Liga Spanyol justru sedang memburuk. Setelah gagal meraih trofi Piala Super Spanyol, pasukan Carlo Ancelotti itu sempat menang 2-0 atas Cordoba. Namun, setelah itu, mereka justru menelan dua kekalahan secara beruntun, dari Real Sociedad dan Atletico Madrid.

Meski begitu, Real Madrid tetaplah tim besar yang berusaha bangkit dan mengusung misi menjadi juara, tidak hanya di kompetisi lokal, namun juga di level Eropa.

Setelah melalui penantian cukup panjang, sejak musim 2001/02, Si Putih akhirnya bisa memenuhi ambisi mereka meraih La Decima (gelar kesepuluh) di Liga Champions pada musim lalu. Real Madrid meraih kemenangan 4-1 atas rival satu kota, Atletico Madrid, di partai final yang berlangsung di Estadio da Luiz, Lisbon, 24 Mei 2014.

Namun, sejak kompetisi Eropa ini berubah nama (sebelumnya Piala Champions) pada musim 1992/93, belum ada klub yang bisa mempertahankan gelar. AC Milan adalah tim pertama yang nyaris bisa mewujudkan hal itu. Setelah kalah 1-0 dari Olympique Marseille di final pada musim itu, Rossoneri sukses mengalahkan Barcelona 4-0 di final tahun berikutnya. Namun, mereka gagal mempertahankan gelar pada musim 1994/95 karena kalah 1-0 dari Ajax.

Ajax juga gagal mempertahankan gelar karena di tahun berikutnya mereka kalah 4-2 lewat adu penalti dari Juventus setelah pertandingan melalui perpanjangan waktu berakhir imbang 1-1. Bianconeri juga gagal mempertahankan gelar karena mereka kalah 3-1 di tangan Borussia Dortmund. Satu tahun berikutnya, mereka juga kembali kalah (skor 1-0), kali ini di tangan Real Madrid.

Sejak musim 1998/99, hanya ada satu klub yang bisa kembali lagi tampil di final setelah sebelumnya menjadi juara, yakni Manchester United. The Red Devils meraih trofi pada musim 2008/09 usai menang adu penalti 6-5 atas rival satu negara, Chelsea, setelah pertandingan melalui perpanjangan waktu berakhir imbang 1-1. Setan Merah gagal mematahkan mitos karena mereka kalah 2-0 di tangan Barcelona di final berikutnya.

Bagaimana dengan sang juara bertahan di edisi kali ini? Mampukah Real Madrid mematahkan mitos itu?

Real Madrid pantas tetap diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara. Namun, pasukan Carlo Ancelotti itu patut mewaspadai sejumlah pesaing utama, yang bisa saja menyulitkan ambisi mereka dalam upaya memburu gelar ke-11.

Chelsea besutan Jose Mourinho, Bayern Munich hasil racikan Pep Guardiola, dan Barcelona yang kini ditangani Luis Enrique merupakan sejumlah pesaing utama bagi Real Madrid. Namun, sejumlah klub yang kembali merasakan indahnya kompetisi ini, sebut saja Liverpool, AS Roma, dan AS Monaco juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Real Madrid berpeluang melangkah minimal ke babak semi-final, meski mereka sudah tidak lagi diperkuat Angel Di Maria (pemain terbaik di final musim lalu) dan gelandang yang sangat berpengalaman, Xabi Alonso, yang sudah hijrah ke Bayern Munich.

Namun, El Real masih memiliki sektor serangan yang mematikan. Trio Cristiano Ronaldo-Karim Benzema-Gareth Bale tetap menjadi andalan, dengan ditopang oleh dua gelandang baru yang punya naluri menyerang sangat hebat dalam diri James Rodriguez dan Toni Kroos.

addCustomPlayer('8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', '', '', 620, 540, 'perf8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', 'eplayer4', {age:1407083239229});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics