FOKUS: Persahabatan Abadi Mario Gotze & Marco Reus Di Tengah Rivalitas Bayern Munich & Borussia Dortmund

Tali persahabatan kedua bintang muda Jerman ini terus terjalin erat walau kini berada di kubu berseberangan.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Di tengah api permusuhan antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund yang semakin membara dalam beberapa tahun terakhir, terdapat hawa sejuk persahabatan yang tak pernah lekang antara Mario Gotze serta Marco Reus.

Kedua talenta Jerman itu memang sudah lama berkawan, namun begitu eratnya tali hubungan di antara mereka baru terungkap secara gamblang pada 13 Juli 2014. Hari final Piala Dunia 2014.

Sebagaimana diketahui, saat itu Gotze menjadi pahlawan nasional Jerman dengan mencetak gol penentu kemenangan atas Argentina pada perpanjangan waktu di Maracana. Itu adalah momennya Gotze. Momen impian bagi pemain mana pun di seluruh dunia.

Namun, Gotze tak ingin momen bersejarah tersebut hanya untuk dirinya seorang. Di tengah gegap-gempita selebrasi Die Mannschaft, pemain berwajah chubby itu mengeluarkan jersey Jerman dengan nama punggung Reus dan memberikan tribut spesial buat sang sahabat.

Ya, Gotze memastikan Reus tidak terlupakan meski nasib sial menghadangnya beraksi di Brasil. Hanya 24 jam sebelum keberangkatan skuat Jerman ke Negeri Samba, Reus dipastikan melewatkan turnamen terbesar itu karena cedera engkel yang dideritanya dalam uji coba melawan Armenia.

Gestur istimewa itu tentunya langsung disambut hangat oleh Reus.

Congratulation to the whole Team! Your Dream has Come true! And Thanks to my bro for your gesture:) Believe ✌️ pic.twitter.com/Cgb6xeDq8T
— Marco Reus (@woodyinho) July 14, 2014

Sama-sama merintis karier di akademi Dortmund, barangkali banyak yang mengira kedekatan kedua pemain pertama kali terjalin di klub. Tapi kenyataannya tidak demikian. Perbedaan umur tiga tahun (Gotze lebih muda) membuat mereka tidak terlalu akrab lantaran ditempatkan di tim dengan kategori usia berbeda pula. Gotze dan Reus baru mulai menjadi kawan karib saat sama-sama melakoni tugas internasional dengan skuat Jerman U-21 pada 2009.

Mereka langsung klop karena mempunyai selera musik dan minat yang sama. Intinya, bisa dikatakan bahwa kedua bintang ini berada dalam frekuensi gelombang yang sama dalam nyaris segala hal, di dalam maupun luar lapangan.

Oleh karena itu, "kepulangan" Reus ke Westfalen dari Borussia Monchengladbach pada 2012 melahirkan sebuah skenario ideal, yaitu bersatunya kembali dua youngster berbakat untuk membentuk sebuah kolaborasi istimewa di lapangan.

"Mereka adalah duo sepakbola paling berkelas di planet ini. Reus yang mematikan dengan Gotze yang strategis," demikian sanjung legenda hidup Panser, Franz Beckenbauer, kepada Bild pada akhir 2012.

Kerja sama Gotze dan Reus berperan vital dalam membawa Dortmund menapaki partai puncak Liga Champions 2012/13 di Wembley, final pertama mereka setelah 16 tahun.

Sayang, Gotze, yang ketika itu telah menyepakati transfer ke Bayern, terpaksa hanya menjadi penonton pada laga menghadapi klub masa depannya itu. Padahal partai itu bisa menjadi pembuktian komitmennya untuk Die Schwarzgelben sebelum menyeberang ke kubu rival.

Keputusan Gotze memang melahirkan kebencian dan amarah dari fans BVB yang merasa dikhianati. Di saat-saat seperti itu, Reus menjadi satu dari segelintir orang di pihak Dortmund yang menunjukkan pengertian.

"Mario telah membuat keputusan untuk masa depannya! Semua orang harus menghormati itu," tulis Reus di laman Facebook-nya.

Sepanjang 2012/13, kampanye tunggal mereka sebagai rekan seklub di Dortmund, kedua pemain tampil bersama-sama dalam 48 pertandingan, dan tanpa kehadiran sang sahabat di sisinya, Gotze sempat kesulitan pada musim debutnya di Allianz Arena.

Namun, pada musim baru ini Gotze tampak telah beradaptasi sepenuhnya dengan skema permainan Bayern. Koleksi enam gol sejauh ini memastikan Gotze berdiri di puncak daftar topskor Bundesliga bersama Alexander Meier (Frankfurt).

Dortmund patut berhati-hati saat mengunjungi Bavaria untuk melakoni Der Klassiker pada Sabtu (1/11) dan sebisa mungkin mencegah Gotze mencetak gol. Pasalnya, dalam 33 partai di mana Gotze masuk papan skor, Bayern tak pernah kalah dan memborong 29 kemenangan!

Di lain pihak, Die Roten juga harus mewaspadai ancaman Reus, yang telah berperan dalam terciptanya 123 gol (dalam bentuk gol maupun assist) dalam 163 penampilan Bundesliga sejak 2009.

Kesungguhan kedua pemain untuk mengerahkan yang terbaik saat mengadu kehebatan sebagai lawan di lapangan tak perlu disangsikan. Namun, tak perlu disangsikan pula bahwa keduanya akan kembali larut dalam keakraban pascapeluit panjang.

addCustomPlayer('1ab1dwyjh10l41hrbbvt8oavmj', '', '', 620, 540, 'perf1ab1dwyjh10l41hrbbvt8oavmj', 'eplayer4', {age:1407083391090});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics