FOKUS: Transfer Gila Liga Primer Inggris Mencapai Puncaknya

Musim panas 2014 menandai total belanja terbesar dalam sejarah transfer Liga Primer Inggris.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter

Senin (1/9) sore waktu lokal Inggris, sebuah jet pribadi mendarat di Bandara Internasional Manchester. Sesosok berambut gondrong terlihat jelas dari jendela kaca pesawat yang diterbangkan langsung dari Nice, Prancis itu. Radamel Falcao tiba di Manchester.

Striker Kolombia itu lalu masuk ke dalam mobil yang langsung membawanya ke Carrington, markas latihan Manchester United. Beberapa jam setelahnya, Falcao diresmikan menjadi pemain anyar Setan Merah, namun dengan embel-embel sebagai pemain pinjaman dari AS Monaco. Harga peminjaman Falcao dilaporkan mencapai £6 juta dan ia punya opsi untuk dipermanenkan United pada akhir musim 2014/15 dengan harga £43,5 juta.

Yang menarik, United memang diyakini sudah pasti akan mempermanenkan Falcao di akhir musim dengan sengaja meminjam sang striker terlebih dahulu agar terhindar dari regulasi Financial Fair Play (FFP). Aturan tersebut ditakutkan akan rentan dilanggar United jika Falcao dibeli permanen saat ini juga mengingat pada musim panas ini mereka sudah menggelontorkan begitu banyak fulus: £150 juta!

Manchester United memang menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas semua kegilaan transfer yang terjadi di musim panas ini, khususnya di Inggris. Total, 20 klub Liga Primer Inggris mencatatkan pembelian sebesar £835 juta – terbesar dalam sejarah liga. Dengan total belanja £150 juta itu, United adalah pembeli terboros di Inggris (dan di bursa transfer musim panas ini) diikuti Liverpool (£117 juta) dan Chelsea (£91,3 juta)

Di saat prestasi tengah anjlok, kekuatan finansial super yang dimiliki United tetap mampu menggoda para bintang lapangan hijau untuk mereguk manisnya rumput Old Trafford. Goal Indonesia sebelumnya telah membahas aktivitas transfer United di musim panas ini.

Kejutan terakhir | Kedatangan Radamel Falcao mengakhiri aktivitas transfer raksasa Manchester United di musim panas ini.

Dengan jumlah uang sebanyak itu, United mengalahkan rekor belanja Inggris yang sebelumnya dipegang Manchester City (£148 juta) pada 2009 dan juga Chelsea (£111 juta) pada 2003 ketika Roman Abramovich datang. Suguhan £150 juta itu jumlahnya dua setengah kali lipat lebih banyak dari rekor pembelian termahal United pada 2007 (£62 juta). Dengan besaran jumlah ini, tentu bisa dibayangkan pula biaya operasional klub selama semusim.

Bayangkan, Falcao dilaporkan akan mendapat gaji sebesar £340 ribu per pekan. Jumlah tersebut memecahkan gaji tertinggi EPL saat ini yang dipegang Wayne Rooney (£300 ribu per pekan) dan juga melebihi pendapatan Angel Di Maria (£240 ribu per pekan) yang baru saja didatangkan dari Real Madrid. Di Maria saat ini langsung berstatus sebagai pemain termahal di Inggris dengan banderol transfer £59,7 juta.

Belanja jor-joran tersebut menjadi pertaruhan bagi United untuk bisa mengembalikan kejayaan mereka setelah terpuruk di musim lalu. Target utama, tentu saja bisa finis di posisi empat besar dan lolos ke Liga Champions, syukur-syukur bisa bersaing merebut titel EPL. Sayang, melihat performa di tiga partai perdana EPL, belum ada tanda-tanda kuat United akan serius mengejar target itu.

Zona Liga Champions menjadi target paling realistis bagi United saat ini. Kembali gagal lolos ke kompetisi elite Eropa itu pada musim depan, United diyakini tidak akan bisa membelanjakan uang sebanyak musim panas ini. “Dalam hitungan kasar, United akan kehilangan £80-100 juta jika mereka tidak lolos ke Liga Champions,” ujar Rob Wilson, seorang pakar keuangan sepakbola asal Inggris kepada BBC Sport.

Itu baru United. Empat klub raksasa EPL lainnya yang merupakan partisipan Liga Champions musim ini -- Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal -- juga tak kalah menggelegar di bursa transfer. Liverpool berada satu jalur dengan United dalam hal membelanjakan uang lebih dari £100 juta. Namun neraca The Reds cenderung tidak timpang karena mereka mendapatkan £75 juta dari penjualan Luis Suarez ke Barcelona.

Chelsea membuntuti Liverpool dengan £91,3 juta setelah sukses mengimpor tiga bintang La Liga Spanyol, yakni Diego Costa, Filipe Luis, dan Cesc Fabregas. Sementara Arsenal kembali berbelanja besar dengan menyuguhkan £82 juta untuk mendatangkan pemain seperti Alexis Sanchez, Calum Chambers, dan Danny Welbeck.

Adapun juara bertahan musim lalu, Manchester City, menghabiskan £50 juta setelah FFP membatasi gerak transfer mereka. Hal tersebut memungkinkan Southampton, yang membelanjakan £58 juta, menggeser City ke urutan enam soal gede-gedean belanja (meski The Saints mendapat pemasukan sebesar £92 juta dari penjualan pemain mereka). Jika dijumlah, total belanja keenam klub tersebut mencapai £548 juta atau sekitar 65 persen dari seluruh pengeluaran di EPL yang mencapai £835 juta itu tadi.

Tentu saja, belanja besar-besaran itu diikuti dengan defisit neraca keuangan. Harian Spanyol El Pais melaporkan, defisit EPL mencapai sekitar £380 juta. Artinya, pendapatan klub EPL dari penjualan pemain masih jauh lebih kecil dari belanja yang mereka lakukan. Untungnya, defisit ini bisa ditutup dengan pendapatan dari hak siar televisi dan sponsor yang jumlahnya terus menggelembung tiap tahun. Komersialisasi menjadi sangat penting di titik ini.

Dan Jones dari lembaga analisis keuangan Deloitte menjelaskan fenomena ini. “Musim lalu [2013/14], klub di EPL rata-rata mendapatkan hak distribusi siaran £25 juta lebih banyak dari musim 2012/13. Ini membantu terpecahnya rekor transfer pada musim panas lalu. Kini, kita kembali melihat klub-klub EPL menggunakan sumber daya mereka untuk sekali lagi memecahkan rekor,” ujarnya.

Tak mengherankan, enam klub peserta EPL di musim ini -- Manchester United, Everton, Hull City, Leicester City, West Bromwich Albion, dan Crystal Palace -- masing-masing mampu membeli seorang pemain yang memecahkan rekor transfer termahal klub di musim panas ini.

Jika dibandingkan dengan total belanja yang dilakukan oleh liga-liga lain, EPL unggul telak. La Liga Spanyol misalnya, ‘hanya’ mencatat £425 juta meski Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid masuk dalam lima besar klub terboros di musim panas ini. Jumlah ini akan semakin timpang jika dibandingkan dengan Serie A Italia (£260 juta), Bundesliga Jerman (£250 juta) dan Ligue 1 Prancis (£100 juta).

Betapa perputaran uang di EPL kini sudah mencapai titik kulminasinya dan bukan tak mungkin terus meningkat di masa yang akan datang.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics