FOKUS: Trio Indonesia Meretas Karir Di Jepang

Tantangan berat trio Indonesia untuk mengadu nasib di kompetisi mancanegara dimulai pada awal Desember.

OLEH DONNY AFRONI
Kembali pesepakbola Indonesia mendapat kesempatan menjalani trial di Jepang untuk membuka asa bermain di J1 maupun J2 J-League. Kali ini, tiga pemain mengikuti trial di Fukuda Denshi Arena pada 3 Desember.

Trial terhadap para pemain yang sedang mencari klub ini kerap dilakukan federasi sepakbola Jepang (JFA) bekerja sama dengan asosiasi pemain profesional Jepang (JPFA) setiap Desember dan Januari, mengingat kompetisi J1 dan J2 sedang mengalami jeda usai liga berakhir.

Mengikuti trial di Fukuda Denshi Arena tidak hanya membuka kesempatan mencoba kerasnya J-League, tapi juga di belahan bumi lainnya. Sebab, tak jarang kegiatan itu dipantau tim pemandu bakat dari Eropa dan Amerika Serikat.

Ketiga pemain yang bertolak ke Jepang untuk mengikuti trial adalah Syamsir Alam, Ryuji Utomo, serta Gavin Kwan Adsit. Mereka tinggal di Iwata, dan mengikuti latihan bersama Jubilo U-18. Tentunya ini harus dijadikan kesempatan bagi mereka untuk unjuk kemampuan terbaik agar dilirik para pemandu bakat.

Syamsir, Ryuji, dan Gavin bukan tiga pesepakbola pertama yang mengikuti trial di Jepang. Sebelumnya, Andik Vermansah, Syakir Sulaiman, dan Irfan Bachdim pernah menjalani trial di Negeri Matahari Terbit.

Berbeda dengan Syakir dan Irfan yang menjalani trial di Fukuda Denshi Arena, Andik langsung menjalani trial bersama Ventforet Kofu pada Oktober tahun lalu. Namun pemain bertubuh mungil ini menemui kegagalan. Irfan, bersama Syakir, yang datang dua bulan berikutnya menarik perhatian Ventforet, sehingga menjadi bagian klub tersebut.

Hanya saja, nasib Irfan tidak beruntung. Ia jarang mendapatkan tempat di tim utama Ventforet. Pemain berdarah Indonesia-Belanda ini hanya beberapa kali diturunkan di uji coba dan ajang piala.

Bukan hanya Irfan, Stefano Lilipaly pun mengalami nasib serupa. Fano, sapaan Lilipaly, lebih sering tidak masuk ke dalam daftar pemain di pertandingan, dan hanya beberap kali diturunkan di ajang Piala.

Tentunya ini menjadi tantangan bagi Syamsir, Ryuji, dan Gavin. Sebab, trial itu tidak hanya diikuti pemain muda setempat, melainkan juga mereka yang sudah kenyang pengalaman di J1 dan J2, namun belum mendapatkan klub, atau ingin mencari tim baru pasca kontraknya berakhir.

Belum lagi tiga pemain Thailand yang mengikuti trial di saat bersamaan. Ketiga pemain itu adalah gelandang serang Racthaburi, Atthawit Sukchuai, Adisak Klinkosum (gelandang Chainat), dan Jakkapan Pornsai (winger Suphanburi FC).

Dibandingkan kedua rekannya, Gavin sudah punya pengalaman lebih. Pemain berusia 18 tahun ini sempat menjalani trial di FC Tokyo pada Agustus lalu, tapi menemui kegagalan.

Selain itu, keberangkatan mereka ke Jepang dengan modal menit bermain yang minim. Syakir ketika menjalani trial di Jepang menyandang status sebagai pemain muda terbaik Indonesia Super League (ISL) 2013 setelah memperlihatkan performa bagus bersama Persiba Balikpapan. Dengan jumlah menit bermain yang banyak, Syakir hanya sebatas mengundang ketertarikan sebuah klub J2 Ehime FC.

Ketiga pemain ini harus menunjukkan mereka memang pantas menjalani trial di Fukuda Denshi Arena berkat skill dan kemampuan mereka, serta mental yang mumpuni untuk berani bersaing dengan kompetitor lainnya, termasuk rekan satu negara.

Setidaknya, pengalaman mengikuti trial di Jepang menjadi modal mengasah mental ketiga pemain tersebut. Mereka juga bisa menyerap kemampuan pemain Jepang, walau tidak banyak, mengingat trial hanya berlangsung singkat.

Apakah Syamsir, Ryuji, dan Gavin bisa mendapatkan peruntungan seperti Irfan, setidaknya mendapat ikatan kontrak? Atau justru menemui kegagalan seperti yang pernah dialami Andik dan Syakir, serta bahkan Gavin sendiri? Menarik ditunggu! addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.