Franck Ribery Kesal Dituduh Tak Hormati Bayern Munich

Aksi lempar kostum Ribery saat ditarik keluar di laga kontra Anderlecht menuai sorotan tajam.


OLEH    ERIC NOVEANTO      Ikuti di twitter


Franck Ribery menegaskan bahwa aksinya melempar kostum tim bukan tanda tidak hormat pada Bayern Munich.

Winger berusia 34 tahun asal Prancis tersebut mendapat sorotan lantaran melempar kostumnya ketika digantikan Thomas Muller dalam 12 menit akhir saat Bayern menang 3-0 atas Anderlecht di laga perdana Liga Champions musim ini.

Kritikan pun deras menghampiri Ribery, di antaranya datang dari legenda sepakbola Jerman, Lothar Matthaus selepas pertandingan di Allianz Arena tersebut berakhir.

Melalui laman media sosialnya, eks penggawa internasional Prancis itu pun menyatakan bahwa aksi melempar jersey justru menunjukkan bentuk gairahnya dalam bermain.

Carlo Ancelotti Tak Khawatirkan Cedera Franck Ribery

"Saya selalu menjadi salah satu pemain yang jujur dan loyal dalam bisnis [sepakbola] ini," tulis Ribery melalui laman Instagram. "Saya menghormati fans dan klub yang saya cintai."

"Melempar kostum yang penuh keringat malam kemarin tidak ada kaitannya dengan tak menghormati atau apa pun yang dipercaya orang-orang hingga menuduh saya seperti itu."

"Kostum basah yang sudah saya kenakan selama lebih dari 10 tahun dan mengorbankan banyak hal, dengan segala impulsif dan kemauan saya untuk menang, dengan apa yang sudah kami raih. Sejumlah orang tak pernah mengerti apa itu artinya pengorbanan bagi klub dan saya minta maaf untuk mereka."

"Selama saya berdiri di atas lapangan, saya, Franck Ribery, akan selalu membela warna kebesaran klub ini dan bermain dalam setiap pertandingan dengan segenap gairah yang ada," pungkasnya.

 

Topics