GALERI FOTO: Luis Suarez, Sang Raja Kontroversi

Karier cemerlang Luis Suarez di level klub maupun negara sepertinya sudah terlalu banyak dinodai oleh "dosa" yang ia buat sendiri.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Semua penggemar sepakbola tahu jika gigitan Luis Suarez terhadap Giorgio Chiellini yang baru saja terjadi pada Selasa (24/6) sore waktu Brasil di Estadio das Dunas, Natal, bukanlah sesuatu yang baru. Semua orang tahu, sang bomber Uruguay ini sudah pernah melakukan hal serupa di masa lalu dalam kariernya. Tiga kali, bahkan.

Striker andalan Liverpool tersebut seakan-akan menegaskan statusnya sebagai "penerkam lawan" lewat gigitannya di bahu bek Italia itu. Maka tak heran, seusai laga pembicaraan tidak terfokus pada kemenangan 1-0 Uruguay atas Italia meski itu adalah laga krusial Grup D Piala Dunia 2014, melainkan lebih kepada insiden kontroversial yang dilakukan oleh Suarez ini.

Publik akan semakin geleng-geleng karena Suarez belum juga belajar dari kesalahannya di masa lalu. Tak hanya "gigitan maut" yang selama ini diidentikan dengannya saja, tetapi juga perilaku lainnya. Mulai dari sikap rasisme, handball, diving, dan lainnya. Goal Indonesia pun mencoba melihat rekam jejak sosok kontroversial bernama lengkap Luis Alberto Suarez Diaz ini.

Menanduk wasit | Jauh sebelum namanya terkenal seperti sekarang ini, Suarez muda, yang memperkuat tim junior Nacional dan masih berusia 16 tahun, pernah kedapatan menanduk wasit usai mendapat kartu merah.

Bertengkar dengan rekan setim | Pada November 2007, Suarez terlibat perkelahian dengan rekan setimnya di Ajax Amsterdam, Albert Luque. Insiden ini terjadi saat turun minum dalam sebuah laga Eredivisie melawan Feyenoord. Keduanya mendapat hukuman dari klub.

Tangan Tuhan | Keberhasilan Uruguay di Piala Dunia 2010 tak lepas dari peran Suarez saat babak perempat-final melawan Ghana. Ketika memasuki masa perpanjangan waktu dan laga masih seimbang 1-1, bak seorang kiper, Suarez menghadang tembakan Dominic Adiyah menggunakan tangannya. Ia dikartu merah, namun akhirnya bisa tersenyum lebar setelah Ghana gagal mengekskusi penalti dan akhirnya kalah via adu penalti.

Gigitan pertama | Dalam sebuah laga Eredivisie Belanda pada November 2010, Suarez yang masih memperkuat Ajax kedapatan menggigit bahu gelandang PSV Eindhoven Otman Bakkal (kiri). Suarez dijatuhi sanksi skorsing tujuh laga karena aksinya ini.

Perseteruan dengan Evra | Pindah ke Inggris pada awal tahun 2011, Suarez langsung berbuat masalah dengan Patrice Evra saat Liverpool bertemu Manchester United pada Desember 2011. Ia kedapatan menghina secara rasis bek kiri asal Prancis tersebut sehingga berbuah skorsing delapan laga plus denda £40 ribu.

Selebrasi diving | Pada Oktober 2012, ketika Suarez mencetak gol ke gawang Everton di Goodison Park, ia melakukan selebrasi kontroversial dengan menjatuhkan diri di hadapan bangku pemain The Toffees. Tujuannya, Suarez ingin membalas komentar David Moyes sebelum laga yang menyebut jika kelakuan diving Suarez akan membuat fans menjauhi sepakbola.

Gigitan kedua | Suarez terus menunjukkan sisi kontroversialnya ketika menghadapi Chelsa pada April 2013. Ia kedapatan menggigit lengan Branislav Ivanovic saat Liverpool tertinggal 2-1. Ia lolos dari hukuman wasit dan bahkan sempat mencetak gol penyama. Namun akhirnya ia tetap diberi sanksi dengan larangan bermain sebanyak sepuluh pertandingan.

Diving | Hukuman sepuluh laga di level klub tak membuatnya kapok. Pada September 2013 dalam laga kualifkiasi Piala Dunia melawan Peru, ia membuat wasit tertipu lewat aksi diving saat berduel dengan Victor Yotun. Pemain Peru itu langsung diganjar kartu merah. Empat menit sebelum insiden tersebut, Uruguay mendapat penalti juga karena aksi Suarez. Uruguay pada akhirnya menang 2-1 dengan seluruh gol diborong Suarez.

Minta pindah | Saat mengasingkan dari Anfield pascainsiden gigitan dengan Ivanovic, Suarez sempat merengek minta pindah dari Liverpool. Dilaporkan Arsenal sudah menyepakati dana £40 juta, namun pada akhirnya proses transfer tersebut urung terjadi.

Hat-trick | Insiden gigitan Suarez berlanjut pada Selasa (24/6) kemarin saat ia kedapatan menggigit bahu Giorgio Chiellini. Peristiwa itu lolos dari pengamatan wasit Marco Rodriquez asal Meksiko, namun FIFA memastikan akan menggelar penyeledikan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics