Gara-Gara Kenedy, Chelsea Bisa Diboikot Di Tiongkok

Sikap ceroboh penggawa muda The Blues itu berdampak fatal dan kini membuat hubungan timnya dengan basis fans maupun masyarakat Tiongkok merenggang.

Unggahan sensitif Kenedy di laman Instagram bisa berakibat fatal dengan diboikotnya Chelsea di Tiongkok.

Winger asal Brasil tersebut mendapat kecaman keras atas rangkaian video yang diunggah ke laman media sosial miliknya ketika The Blues tengah menjalani tur pramusim di Tiongkok.

Video yang diunggah sang pemain menyunggung perasaan banyak fans Tiongkok dan Kenedy pun menjadi sasaran ejekan dari sebagain besar penonton yang hadir menyaksikan kemenangan Chelsea 3-0 atas Arsenal di Beijing pada akhir pekan kemain.

Beberapa sumber mengonfirmasi kepada Goal bahwa otoritas pemerintah telah meminta pada segenap media Tiongkok untuk menghapus semua berita yang berkaitan dengan Chelsea baik dari laman website maupun aplikasi lainnya.

Sementara, seorang sumber dari Kementrian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa ada kemungkinan Chelsea akan terkena boikot, namun mereka masih akan memantau situasinya lebih lanjut.

Kenedy China Messages

Kenedy China Messages

Kenedy China Messages

Chelsea sendiri sudah mengonfirmasi bahwa Kenedy telah mendapat peringatan keras dan sanksi atas unggahannya yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat Tiongkok.

Sang pemain berusia 21 tahun juga melayangkan permintaan maaf melalui unggahan lainnya sebelum kemudian ikut dihapus. Pihak Chelsea juga tak ketinggalan untuk langsung melontarkan permintaan maaf melalui akun media sosial Tiongkok mereka dan melanjutkan permohonan maaf mereka melalui sebuah pernyataan resmi, Minggu (23/) kemarin.

"Pada 22 Juli, Chelsea mengalami keramahan dan sambutan hangat fans Tiongkok di Stadion Nasional. Hanya saja, kami begit terkejut dan kecewa sehari sebelum pertandingan, satu dari pemain muda kami, Kenedy, mengunggah pesan di laman media sosial yang menyebabkan adanya hinaan dan menyakiti rakyat Tiongkok," tulis Chelsea.

"Sayangnya, meski ia secara cepat menghapus pesannya dan meminta maaf, dan klub juga sudah meminta maaf melalui laman media sosial Tiongkok, dampak kekecewaan sudah timbul. Chelsea sekali lagi dengan sungguh-sungguh dan tulus meminta maaf."

"Tindakan Kenedy adalah kesalahan dan ia akan belajar banyak dari hal itu. Sikapnya tidak mencerminkan keseluruhan tim dan tidak ada kaitannya dengan ekspektasi tinggi klub dan ketatnya persyaratan untuk merekrut pemain muda. Ia sudah mendapat teguran dan tindakan disiplin."

"Semua pihak di Chelsea punya respek sepenuhnya dan kekaguman pada Tiongkok serta mencintai fans kami di sana. Ini karena ada dampak negatif yang kami saksikan selama dua hari terakhir membuat kami terkejutn dan sedih. Sekali lagi, kami secara tulus meminta maaf atas rasa sakit yang ditimbulkan pada fans kami di Tiongkok dan juga masyarakat di sana."

"Pertandingan merupakan pertukaran bagus di antara kultur Tiongkok dan Britania Raya dan klub sangat berterima kasih kepada Tiongkok atas keramaan, yang membawa kami lebih dekat dalam ikatan persahabatan. Kami sangat berharap bisa membangun relasi kuat dengan fans dan para sahabat di Tiongkok, bergabung secara kuat dengan Tiongkok untuk kerjasama lebih jauh di masa depan."

"Kami menawarkan permintaan maaf ini dengan perasaan tulus. Kami telah secara teliti mendengarkan kritikan dan akan menggunakannya sebagai pelajaran selama dua hari terakhir untuk meningkatkan proses kami di masa mendatang."

The People's Daily, surat kabar utama dari Partai Komunis Tiongkok, secara keras menegur Chelsea dengan kata-kata kasar dalam editorial mereka setelah kampiun Liga Primer Inggris pertama kali mengucapkan permintaan maaf melalui laman Weibo.

"Hal terbaik adalah tetap menjaga mulut Anda untuk terdiam, Anda pembuat ulah. Jika Anda tidak belajar untuk menghargai orang lain, Anda tak akan pernah menerima respek untuk diri Anda," demikian kecaman yang ditujukan kepada Kenedy.

"Kenedy masih melakukan pembelaan diri melalui permintaan maafnya, dan Chelsea melalui pernyataan resmi mereka sedikitnya tampak tak acuh."

"Orang-orang Tiongkok yang ramah tak akan senang menyambut tamu semacam itu. Seperti Chelsea bakal diperlakukan seperti 'persona non grata' [pihak yang tak diinginkan, dalam istilah politik] di masa depan."

Topics