Gelandang PSMS Medan Berada Di Persimpangan

Rachmad mengaku sudah mendapat tawaran dari sejumlah klub, sementara Abdul Aziz siap bergabung ke Persib.

Gelandang PSMS Medan Rachmad Hidayat mengaku berada di persimpangan jalan untuk memutuskan masa depannya setelah tim Ayam Kinantan terdegradasi ke Liga 2. Kendati demikian, Rachmad menegaskan kecintaannya kepada PSMS.

Rachmad direkrut pada putara kedua Liga 1 2018 setelah hengkang dari Sriwijaya FC. Selama memperkuat PSMS, Rachmad tampil di 14 pertandingan, dua diantaranya dari bangku cadangan. Pemain berusia 27 tahun ini menyumbang lima gol bagi PSMS.

Meski mendapat penawaran dari sejumlah klub, Rachmad mengaku belum memberikan jawaban pasti. Menurutnya, ia bersedia memperkuat PSMS di Liga 2, namun semua bergantung kepada manajemen.

“Mau bertahan atau pun pergi, cinta itu bernama PSMS Medan,” tulis Rachmad melalui akun Instagram pribadinya.

Sementara gelandang lainnya, Abdul Aziz mengaku siap memperkuat Persib Bandung di musim 2019. Menurut Aziz, komunikasi dengan manajemen Maung Bandung berlangsung baik.

“Kontrak saya di PSMS selesai awal Januari. Komunikasi dengan Persib sudah ada, dan terus berlanjut. Semoga semua prosesnya berjalan lancar,” ucap pemain berusia 24 tahun itu.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mabes Polri Bentuk Satgas Untuk Berantas Mafia Sepakbola Indonesia Pemberantasan mafia di sepakbola tanah air benar-benar digaungkan. Terbukti Mabes Polri sampai membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas adanya aksi pengaturan skor yang mencederai persepakbolaan nasional. Satgas tersebut bakal berada di bawah naungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri yang bekerjasama dengan PSSI. Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. "Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana, apa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang. Nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu bola dan mekanismenya," kata Dedi. Selain itu, Dedi menyatakan para mafia tersebut harus berantas, karena membuat sepakbola Indonesia tidak maju. Ia pun berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya indikasi pengaturan skor dalam sebuah pertandingan tak ragu melaporkan kepada pihaknya. "Setiap pertandingan ada manajemen wasitnya yang ada di luar masternya bisa menilai itu. Menilai ada suatu pertandingan curang yang dilakukan oknum tertentu, bisa dilaporkan kepolisian. Di PSSI ada komite disiplin yang harusnya dikedepankan betul-betul memantau setiap event pertandingan," ujarnya. Isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan publik. Setelah manajer Madura FC Januar Hermanto, menyebut timnya diminta mengalahkan dari PSS Sleman ketika bersua di Liga 2 oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Pernyataan tersebut pun membuat Hidayat mengundurkan diri jabatannya di PSSI. Meski sudah mundur pria yang juga menjabat sebagai dosen tersebut tetap diberi hukuman komite disiplin PSSI yakni larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, denda sebesar Rp150 juta dan tidak boleh masuk stadion selama dua tahun.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persija Tunggu Orang Gila Tambahkan Bonus Pemain
2. Respons Cristiano Ronaldo Soal Selebrasi Kontroversialnya
3. Barcelona Diklaim Bersedia Lepas Messi, Inter Berpeluang Merekrut
4. Jose Mourinho Tutup Peluang Juara Man United
5. Semua Transfer Top Klub Liga 1 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Topics
, Persib, PSMS,