Gillette Player of Passion 1978: Mario Kempes

Mario Kempes menjadi bintang Piala Dunia 1978 dengan menyabet gelar top skor, gelar pemain terbaik dan sekaligus mengantar Argentina menjadi juara.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter
Argentina dikenal sebagai salah satu negara terbaik penghasil pemain sepakbola berbakat, terutama di sektor penyerang. Sebut saja legenda-legenda Albiceleste seperti Diego Maradona, Gabriel Batistuta, hingga pemain masa kini, Lionel Messi.

Namun, ada satu nama yang juga tidak boleh dilupakan oleh dunia sepakbola, yaitu Mario Kempes. Sosok kelahiran tahun 1954 ini menjadi ikon Argentina di karirnya sebagai seorang pemain.

Pemain yang dijuluki sebagai El Matador itu dua musim beruntun menjadi top skor La Liga bersama Valencia pada musim 1976/77 dan 1977/78, sekaligus mengantar Los Che juara Copa del Rey pada 1979, Piala Winners dan Piala Super UEFA pada 1980. Namun, performa paling dikenang Kempes, tentu saat ia mengantarkan tim Tango menjadi juara Piala Dunia 1978.

Di Piala Dunia 1978, Kempes menjadi satu-satunya pemain yang berkarir di Eropa saat itu (di Valencia), sementara rekan-rekannya murni diambil oleh pelatih Cesar Luis Menotti dari kompetisi domestik Argentina.

Kempes mampu mengantarkan Argentina meluncur mulus ke partai puncak, dengan empat golnya di babak kedua putaran final. Terlepas dari kontroversi di laga final, Kempes kembali mampu menunjukkan kualitasnya dengan menyumbang dua gol pada kemenangan 3-1 yang diraih timnya.

Di hadapan 70 ribu suporter, di River Plate Stadium, Kempes membawa Argentina unggul pada menit ke-37, mereka nyaris menjadi juara di waktu normal setelah mampu membendung tekanan dari Belanda, tetapi De Oranje akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui pemain pengganti, Dirk Nanninga, ketika laga menyisakan sembilan menit untuk memaksa pertandingan dilanjutkan pada babak tambahan.

Di babak tambahan, Kempes mencetak gol krusial yang membawa Argentina kembali unggul menjadi 2-1, sebelum Daniel Bertoni memastikan skor sudah aman dari kejaran. Berkat tambahan dua gol tersebut, Kempes dinobatkan menjadi top skor turnamen dengan koleksi enam gol.

Tidak hanya itu, anugerah pemain terbaik juga disabet berkat performa impresif sepanjang turnamen. Dengan demikian, Kempes menjadi satu dari tiga pemain yang pernah menyabet semua gelar di Piala Dunia (Trofi Piala Dunia, gelar top skor dan gelar pemain terbaik), dua pemain lainnya adalah Garrincha pada 1962 dan Paolo Rossi, 1982.

Seperti halnya dalam bercukur, dalam sepakbola hasil terbaik ditentukan oleh ketelitian. Ketika aspek terkecil dapat menentukan perbedaan antara menang dan kalah, kekuatan mental dan fisik sangat diperlukan - sebuah bukti penampilan Setangguh Baja. Untuk para fans sepakbola yang digerakkan gairah dan semangat setangguh baja, Gillette memperkenalkan Special Edition Brazil Team Razor - yang sudah tersedia di toko-toko di berbagai penjuru dunia dalam lingkup waktu terbatas.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang silet Gillette Special Edition, aktivitas in-store seru, dan berbagai hadiah menarik kunjungi www.facebook.com/GilletteIndonesia

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics