Gillette Player of Passion 1998: Zinedine Zidane

Dua sundulan kepala mematikan Zinedine Zidane ke gawang Brasil hadirkan trofi pertama Piala Dunia bagi Prancis.

Siapapun yang sanggup mencuri perhatian dari il Phenomenon asal Brasil Ronaldo, pantas masuk dalam daftar legenda sepakbola dunia dan hal ini dilakukan bintang Prancis Zinedine Zidane pada Piala Dunia 1998.

Di usia 14, Zidane kecil memang sudah menarik perhatian banyak pemandu bakat di Eropa namun dia jatuh ke pelukan Akademi Sepakbola AS Cannes. Hebatnya di usia 16 Zidane sudah melakukan debut bersama skuat utama di Ligue 1.

Zidane memperkenalkan diri pada dunia di level internasional di bulan Agustus 1994 dengan cara fantastis. Saat itu Prancis tertinggal dua gol tanpa balas namun Zidane bisa menghindarkan timnya dari kekalahan dengan mencetak gol penyama kedudukan.

Pada 1996 dia bergabung ke Juventus dan mengantarkan tim Turin menyambar dua Scudetto plus bermain di dua final Liga Champions, sayang Zidane gagal mengangkat si kuping lebar bagi si Nyonya Tua.

Tetapi Zidane pada dasarnya sudah ditakdirkan untuk menciptakan hal-hal hebat di tengah lapangan. Kejeniusannya semakin nyata ketika membela Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998.

Dua sundulan kepala sang pengatur serangan istimewa memanfaatkan set-piece tendangan sudut menembus gawang Brasil dan menghadirkan trofi Piala Dunia pertama bagi Prancis sekaligus memberikan status runner-up pertama bagi tim Samba dari lima penampilan di partai puncak.

75.000 suporter yang memadati Stade de France di St Denis pada 12 Juli 1998 bersorak gembira diliputi kegembiraan dan gelar juara Prancis saat itu dilengkapi status pemain terbaik turnamen yang disambar sang bintang.

Pada 2001, Real Madrid memboyong Zidane ke Santiago Bernabeu dengan mahar €71.6 juta yang membuatnya berstatus pemain paling mahal di dunia pada saat itu. Bersama Los Galacticos (yang juga dihuni sederet superstar lainnya), Zidane juga merampungkan ambisi merajai Liga Champions usai golnya memastikan kemenangan 2-1 Real atas Bayern Leverkusen di Glasgow pada 15 Mei 2002.

Seperti halnya dalam bercukur, dalam sepakbola hasil terbaik ditentukan oleh ketelitian. Ketika aspek terkecil dapat menentukan perbedaan antara menang dan kalah, kekuatan mental dan fisik sangat diperlukan - sebuah bukti penampilan Setangguh Baja. Untuk para fans sepakbola yang digerakkan gairah dan semangat setangguh baja, Gillette memperkenalkan Special Edition Brazil Team Razor - yang sudah tersedia di toko-toko di berbagai penjuru dunia dalam lingkup waktu terbatas.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang silet Gillette Special Edition, aktivitas in-store seru, dan berbagai hadiah menarik kunjungi www.facebook.com/GilletteIndonesia.

Topics