Gol Atau Tidak? -- Bagaimana Teknologi Bantu Peluang Juara Feyenoord Rotterdam

Peluang Feyenoord Rotterdam menjuarai Eredivisie Belanda dibantu teknologi garis gawang.

Gelar juara Eredivisie Belanda musim 2016/17 rupanya ikut ditentukan pula oleh teknologi garis gawang -- dan kecerobohan sepersekian detik Jeroen Zoet.

Feyenoord Rotterdam menjamu PSV Eindhoven dalam laga penting Eredivisie, Minggu (26/2) malam. Kemenangan akan membawa Feyenoord kian jauh berlari di puncak klasemen Eredivisie, tapi juara bertahan PSV memberikan perlawanan sengit. Jens Toornstra membawa tuan rumah unggul pada menit kesembilan, tetapi Gaston Pereiro sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-62. Ketika pertandingan sepertinya berakhir sama kuat, terjadi momen vital pada menit ke-82 yang mengubah hasil pertandingan.

Diawali tendangan penjuru, bek Feyenoord Jan-Arie van der Heijden menyambar bola umpan Nicolai Jorgensen. Bola kencang sundulan Van der Heijden melaju tepat pada posisi kiper PSV, Jeroen Zoet. Sang penjaga gawang berhasil mengamankan bola, tetapi wasit Bas Nijhuis kemudian mendapat sinyal dari jam di pergelangan tangannya. Teknologi garis gawang menyebutkan bola telah melewati garis gawang sehingga Nijhuis tak ada pilihan selain memberikan gol untuk Feyenoord.

Pemain PSV pun memprotes keputusan tersebut. Jika dilihat dari replay, sulit menentukan apakah bola benar-benar sudah melewati garis gawang atau tidak. Namun, dalam sebuah rekaman yang beredar di Twitter, terlihat bahwa kekeliruan Zoet yang menyebabkan terjadinya gol. Gol pun secara resmi dinyatakan sebagai gol bunuh diri Zoet.

Berkat kemenangan ini Feyenoord memimpin klasemen Eredivisie dengan 63 poin atau selisih lima poin dari pesaing terdekat, Ajax Amsterdam. PSV tercecer di peringkat ketiga dengan selisih 11 poin dari Feyenoord. Eredivisie masih menyisakan sepuluh pertandingan lagi.

Kejadian di Stadion De Kuip tadi malam membuktikan pemanfaatan teknologi dalam sepakbola. Legenda Belanda yang kini menjabat sebagai ketua komisi teknik FIFA, Marco van Basten, bahkan memberikan perhatian khusus.

"Gol bunuh diri yang tipikal. Teknologi garis gawang terbukti dapat dipercaya seratus persen. Ini kemenangan untuk teknologi," pungkasnya.