Gol Pertama PSMS Medan Bikin Madura United Gugup

Gomes juga mengakui permainan tempo tinggi yang diperlihatkan PSMS sulit diimbangi Madura United.


LIPUTAN   DONI AHMAD     DARI   MEDAN   

Pelatih Madura United Gomes De Oliviera menilai gol pertama PSMS Medan membuat pemain gugup, sehingga tuan rumah mampu memaksa laga berakhir imbang 3-3 pada pekan ke-31 Liga 1 2018, Sabtu (17/11) sore WIB, di Stadion Teladan.

Madura United mampu unggul tiga gol di babak pertama, sehingga hasil akhir diperkirakan berpihak kepada Laskar Sape Kerrab. Namun PSMS mampu bangkit untuk memaksa pertandingan berakhir dengan skor imbang.

“Kami menang babak pertama, mereka di babak kedua. Gol mereka di babak kedua terjadi terlalu cepat. Setelah gol pertama, pemain menjadi gugup, gol kedua tambah parah, dan akhirnya tercipta gol ketiga. Kami coba turunkan tempo, tapi PSMS memainkan tempo tinggi. Kami tidak bisa mengimbangi itu,” urai Gomes.

“Saya senang sekali sudah berhasil cetak tiga gol. Saya tidak melarang pemain untuk shooting. Saya sudah bicara di ruang ganti untuk tetap fokus, permainan belum selesai. Tapi kami gagal kontrol kemenangan di depan mata. Gagal bawa tiga poin. Tapi satu poin ini sudah sangat berharga.”

Gomes menambahkan, cederanya bomber asing Mamadou Samassa di pertengahan babak pertama memberikan pengaruh terhadap permainan Madura United. Namun ia mengakui tak bisa berbuat banyak.

“Samassa cedera, apa yang bisa kami buat. Dia sangat penting untuk tim, dan kami sedikit kehilangan cara bermain. Tapi itu kenyataan, dan harus kami perbaiki ke depannya,” ujarnya.

Sementara kiper Satria Tama cukup kaget dengan hasil tersebut. Satria juga tidak mau memikirkan chant rasis suporter PSMS kepada dirinya.

“Saya cukup terkejut. Kami sudah unggul tiga gol, tapi terlalu gampang kebobolan di babak kedua. Saya tetap mensyukuri hasil ini. Saya tidak masalah walaupun mereka hina saya. Yang penting saya tidak melakukan tindakan rasis, dan merugikan mereka. Biar pihak yang berwenang saja mengatasi ini,” pungkasnya. (gk-71)

 



View this post on Instagram


Witan Sulaeman Akan Main Di Eropa Tahun Depan Keinginan Witan Sulaeman, bermain di Eropa akan segera terwujud. Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, mengatakan bintang timnas Indonesia U-19 bakal memulai petualangannya di Benua Biru pada tahun depan. Menurut Isnanta, sudah ada beberapa tim dari Eropa dan Asia yang ingin memboyong Witan. Hanya saja ia tak mau melepasnya sampai pesepakbola berusia 17 tahun tersebut lulus dari Sekolah Khusus Olahraga Ragunan (SKO). Keputusan tersebut karena Isnanta enggan pendidikan Witan yang sudah memasuki masa akhir jadi terganggu. Saat ini pria kelahiran Palu itu masih berstatus siswa kelas 3 SKO Ragunan. "Sejak tahun lalu sudah banyak lamaran-lamaran ke sana. Negara mana? Tidak bisa disebutkan takut berubah. Saya tidak mau bicara," kata Isnanta. "Semuanya baru lewat komunikasi non-formal. Dari Asia juga ada. Lebih banyak agen-agen yang menawarkan dua-tiga negara. Jadi saya tidak bisa berbicara yang mana yang dipilih. Saya juga belum bisa mengatakan sesuatu yang final," tambahnya. Lebih lanjut Isnanta, menginginkan Witan langsung diberi kontrak profesional dengan klub Eropa yang dipilihnya nanti. Hal ini seperti Egy Maulana Vikri yang telah bergabung dengan klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Egy merupakan senior Witan di SKO Ragunan. Mereka berdua sudah berteman akrab sejak dipertemukan pada seleksi timnas Indonesia U-16 tiga tahun lalu. "Kami berharap klub yang dipilih, yang tidak trial. Memang ada yang menawari yang model trial tapi kami maunya yang seperti Egy dapatkan," ucapnya. #witansulaeman

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persija Tantang Persib Di Final Liga 1 U-19 2018
2. Menguat, Rencana Penjualan Man United Ke Arab Saudi
3. Chelsea Terancam Dua Tahun Embargo Transfer?
4. Donnarumma Malu Bicara Dengan Ronaldo
5. 10 Pemain United Yang Habis Kontrak Musim Ini
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Topics
, PSMS,