Gresik United Kecewa Gagal Kalahkan Arema Cronus

Kendati merasa kecewa dengan banyaknya peluang gagal menjadi gol, Alfredo tak menyalahkan pemain.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Pelatih Gresik United Angel Alfredo Vera mengaku kecewa dengan kegagalan tim besutannya mendulang angka penuh di kandang usai bermain imbang tanpa gol melawan Arema Cronus di Stadion Petrokimia, Kamis (5/6).

Di laga ini, Gresik United mendapatkan sejumlah peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Namun penyelesaian akhir tak sempurna membuat mereka harus puas mendapatkan satu poin.

Kendati kecewa, Alfredo mengaku tidak menyalahkan para pemainnya yang gagal mempersembahkan poin sempurna. Alfredo menilai, anak didiknya sudah berusaha maksimal, hanya saja Dewi Fortuna belum berpihak pada tim asuhannya.

“Kami sudah coba pressing Arema, tapi hasil akhir kurang berpihak. Banyak peluang yang seharusnya bisa dijadikan gol, terbuang percuma begitu saja,” ungkap Alfredo.

Pelatih berkebangsaan Argentina ini memandang semangat bertanding anak didiknya dalam laga itu juga sudah cukup bagus. Otavio Dutra dkk juga dianggap sudah mengeluarkan segenap kemampuan terbaiknya.

“Semangat sudah bagus. Anak-anak juga sudah mengeluarkan permainan terbaiknya, tapi ya ini, hanya satu poin. Mau bagaimana lagi, kami harus berjuang keras usai liburan kompetisi nanti untuk dapat tambahan poin sebanyak-banyaknya, dan menghindari degradasi,” terangnya.

Sementara itu, pelatih Arema Suharno menyatakan puas mencuri angka di Gresik. Menurut Suharno, sebetulnya tim Singo Edan membidik kemenangan dalam laga tandang ini.

“Target awal kami memang membidik kemenangan, tapi hasil ini saya anggap sudah yang terbaik. Kami sudah bersyukur bisa pulang bawa satu poin. Saya kira anak-anak juga sudah menunjukkan permainan terbaiknya,” tutur Suharno.

Suharno mengaku memang mengusung pola permainan bertahan lebih dulu selama melakoni laga tandang. Strategi itu diharapkan membuat tim tamu mengembangkan permainan, kemudian dipelajarinya untuk menyusun serangan.

“Pola seperti ini sudah kami sepakati bersama para pemain selama tur, baik ke Jakarta, Tangerang, Padang, dan kota-kota lainnya. Dengan harapan memancing pemain tuan rumah untuk melakukan inisiatif serangan lebih dulu, baru kami pelajari kelemahannya. Dan kemudian kami yang menyerang,” jelasnya. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.