Gresik United Tak Mau Bikin Kesalahan

Laskar Joko Samudro tidak ingin bernasib seperti klub yang mengikuti kompetisi LPI pada 2011.

Manajemen Gresik United menegaskan tidak ingin membuat kesalahan dengan mengikuti turnamen yang dikelola tim transisi bentukan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora).

Sekretaris tim Gresik United Hendri Febry mengatakan, manajemen berkaca dari klub-klub yang mengikuti Liga Prima Indonesia (LPI) pada 2011. Akibat mengikuti kompetisi itu, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar mendapatkan sanksi.

“Kami tidak ingin terjerumus dengan konflik yang terjadi antara PSSI dan Menpora, meski kami tetap akan mengikuti kompetisi, yang akan diselenggarakan di bawah naungan PSSI,” ungkap Hendri kepada Goal Indonesia.

“Contoh kemarin kan sudah ada. Jadi, kami memilih bersikap hati-hati dalam menentukan sikap, jangan sampai kami ikut yang ilegal. Bukannya apa, tapi kami takutnya, kalau ikut turnamen profesional yang diselenggarakan Menpora, itu ilegal.”

Hanya saja, untuk melihat kepastian kompetisi atau turnamen tersebut, pihaknya juga menunggu putusan akhir dari gugatan PSSI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), serta komunikasi dengan klub ISL lainnya.

“Kami akan tunggu saja sampai semua benar-benar pasti. Kami bersama tim-tim lain juga terus menunggu perkembangan hasil putusan, dan kebijakan pemerintah. Kami tetap menunggu respons dari klub-klub lain juga,” papar Hendri.

Selain itu, Laskar Joko Samudro juga tak bisa memutuskan ikut turnamen ini, karena jadwal 2 Agustus sangat mepet dengan pelaksanakan kompetisi baru yang akan diselenggarakan PT Liga Indonesia pada September. Untuk itu, kini fokus jajaran manajemen tertuju pada kompetisi baru tersebut.

“Kami hanya akan ikuti perintah sesuai aturan FIFA. Walaupun saat ini tidak ada aktivitas, lantaran Indonesia mendapat sanksi dari FIFA, kami akan sabar menunggu demi mendapat legalitas dari FIFA kembali,” tutup Hendri. (gk-43)

Topics