Hadapi Klub Liga 3, Pemain Diminta Jaga Kelas Persela Lamongan

Danur berharap performa pemain Persela tidak mengikuti kualitas permainan tim lawan.

Jajaran pelatih Persela Lamongan tak ingin menelan malu menghadapi klub yang berada di kasta bawah, dan mengingatkan pemain agar mampu menjaga kelas mereka sebagai salah satu klub Liga 1 saat melakoni laga Piala Indonesia 2018.

Persela dijadwalkan menjalani laga 64 Besar Piala Indonesia melawan klub Liga 3 Persekaba Badung, Jumat (21/12), di Stadion Surajaya. Asisten pelatih Danur Dara menyatakan, ia tidak menginginkan performa seperti ketika melawan Persik Kediri di babak 128 Besar terulang lagi.

Kala itu, Persela tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya gol Sugeng Effendi dan Loris Arnaud di menit ke-82 serta 85 menghindari Laskar Joko Tingkir dari kekalahan. Meski tidak diperkuat legiun asing, Persela harus mendapatkan hasil positif.

“Tanpa pemain asing tidak masalah. Para pemain lokal kami siap tempur, kami akan maksimalkan yang ada. Kami juga terus berkomunikasi dengan pelatih Aji Santoso untuk persiapan,” ujar Danur.

“Yang jelas level lawan berada di bawah kami. Kalau melawan tim yang berada di bawah, biasanya kami sering ikuti kualitas permainan lawannya, seperti ketika melawan tim PON, Persik Kediri.”

“Saya sudah kasih peringatan kepada pemain supaya hal itu tidak terjadi lagi. Kami akan menurunkan pemain yang terbaik. Tapi bisa juga kami memainkan pemain yang jarang bermain. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada lawan, kami harus bermain maksimal.”

 



View this post on Instagram


Mabes Polri Bentuk Satgas Untuk Berantas Mafia Sepakbola Indonesia Pemberantasan mafia di sepakbola tanah air benar-benar digaungkan. Terbukti Mabes Polri sampai membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas adanya aksi pengaturan skor yang mencederai persepakbolaan nasional. Satgas tersebut bakal berada di bawah naungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri yang bekerjasama dengan PSSI. Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. "Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana, apa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang. Nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu bola dan mekanismenya," kata Dedi. Selain itu, Dedi menyatakan para mafia tersebut harus berantas, karena membuat sepakbola Indonesia tidak maju. Ia pun berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya indikasi pengaturan skor dalam sebuah pertandingan tak ragu melaporkan kepada pihaknya. "Setiap pertandingan ada manajemen wasitnya yang ada di luar masternya bisa menilai itu. Menilai ada suatu pertandingan curang yang dilakukan oknum tertentu, bisa dilaporkan kepolisian. Di PSSI ada komite disiplin yang harusnya dikedepankan betul-betul memantau setiap event pertandingan," ujarnya. Isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan publik. Setelah manajer Madura FC Januar Hermanto, menyebut timnya diminta mengalahkan dari PSS Sleman ketika bersua di Liga 2 oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Pernyataan tersebut pun membuat Hidayat mengundurkan diri jabatannya di PSSI. Meski sudah mundur pria yang juga menjabat sebagai dosen tersebut tetap diberi hukuman komite disiplin PSSI yakni larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, denda sebesar Rp150 juta dan tidak boleh masuk stadion selama dua tahun.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persija Tunggu Orang Gila Tambahkan Bonus Pemain
2. Respons Cristiano Ronaldo Soal Selebrasi Kontroversialnya
3. Barcelona Diklaim Bersedia Lepas Messi, Inter Berpeluang Merekrut
4. Jose Mourinho Tutup Peluang Juara Man United
5. Semua Transfer Top Klub Liga 1 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1