HASIL POLLING: Pembentukan Timnas Indonesia U-19 B Diperlukan Sebagai Sarana Evaluasi

Mayoritas pembaca Goal Indonesia menilai Indonesia U-19 B perlu dibentuk untuk evaluasi Indonesia U-19 yang gagal di HBT.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Masyarakat Indonesia tentu sangat kecewa dengan prestasi buruk yang dituai timnas Indonesia U-19 pada turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014 di Brunei Darussalam, 9-23 Agustus lalu. Pasalnya, pada ajang itu Indonesia U-19 hanya bisa menuai satu kemenangan, satu imbang, dan menderita tiga kali kalah.
Tak ayal, kegagalan itu membuat PSSI was-was. Maklum, skuat yang dilatih Indra Sjafri itu dibebankan target tinggi, yakni minimal menembus babak empat besar Piala Asia U-19 2014 Myanmar, Oktober nanti. Sehingga mendapatkan tiket otomatis lolos ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru.
Badan Tim Nasional (BTN) pun sudah langsung menyiapkan tim panelis yang terdiri dari pelatih maupun mantan pelatih timnas Indonesia seperti Alfred Riedl, Fakhri Husaini, serta Rahmad Darmawan, ketika Indonesia U-19 tiba kembali di tanah air. Tim panelis itu dibentuk untuk ikut mengevaluasi dan memberikan masukan kepada Indra agar kinerja tim Garuda Jaya bisa lebih baik lagi.
Selain itu, BTN juga langsung membentuk Indonesia U-19 B yang pemainnya mayoritas merupakan mantan pemain yang pernah diseleksi Indra. Tim tersebut yang akan menggantikan peran Indonesia U-19 untuk turun dalam turnamen AFF U-19 Preparatory di Vietnam, 5-15 September nanti. Indonesia U-19 sendiri direncanakan bakal menggelar pelatnas di Spanyol pada waktu yang hampir bersamaan.
Rudy William Keeltjes untuk kedua kalinya ditunjuk menangani tim instan yang dibentuk BTN itu. Sebelumnya, Rudy juga ditunjuk untuk melatih Indonesia U-21 yang dibentuk secara mendadak guna mengikuti turnamen COTIF di Spanyol, 10-20 Agustus lalu.
Melihat fakta BTN yang sampai harus membentuk dua kali timnas instan dalam waktu berdekatan, membuat Goal Indonesia ingin mengajak pembaca untuk berpendapat. Dalam jajak pendapat yang digelar pada 28-31 Agustus, mayoritas pembaca Goal Indonesia memang merasa perlu dibentuk Indonesia U-19 B. Itu sebagai sarana evaluasi kegagalan Indonesia U-19 asuhan Indra di turnamen HBT.
Dari 2211 responden, 1289 pemilih menyatakan memang diperlukan pembentukan Indonesia U-19 B. Sementara ada 922 pemilih yang merasa tidak perlu adanya pembentukan Indonesia U-19 B, dan menganggap ini hanya sebuah kepanikan dari BTN/PSSI.
Yang jelas, tentunya kita tidak bisa berharap terlalu tinggi untuk Indonesia U-19 B berprestasi di AFF U-19 Preparatory. Mengingat, lawan yang akan dihadapi sudah memiliki kematangan dan persiapan yang cukup. Pada turnamen itu, mereka tergabung di grup A bersama Myanmar U-19 dan Thailand U-19.
Namun, jika seandainya pun bisa berprestasi jangan pula cepat puas atau merasa pongah. Karena yang lebih penting adalah bagaimana BTN maupun PSSI, membangun sistem pembinaan usia muda yang terstruktur dan rapi agar bakat-bakat yang luar biasa bisa terus lahir secara berkesinambungan dan berkualitas. Imbasnya, timnas yang terbentuk bakal lebih kuat dan tahan lama, tidak hanya sekadar jadi secara instan yang dengan mudah dilumat habis lawan-lawannya.

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.