Herry Kiswanto: Sepakbola Indonesia Tak Boleh Mati

Herkis dan Rully Nere merasa prihatin dengan situasi persepakbolaan nasional saat ini.


GOALLAPORAN   RIZAL MARAJO     DARI   PADANG   


Mantan bek timnas Indonesia Herry Kiswanto mengaku sangat prihatin dengan kondisi persepakbolaan nasional saat ini, dan berharap cabang olahraga populer itu tidak mati.

Herkis, sapaan Herry, mengungkapkan, ia merasa sedih melihat timnas Indonesia saat ini hanya bisa menjadi penonton akibat adanya sanksi suspensi dari FIFA, sehingga tak bisa bermain di kompetisi internasional.

Menurut pria yang sedang menjalani sanksi seumur hidup dari PSSI terkait sepakbola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang beberapa waktu lalu ini berharap kekisruhan cepat berakhir. 

“Sepakbola tak boleh mati di negeri ini,” ujar mantan libero timnas Indonesia itu.

Dalam kesempatan yang sama, Herkis membeberkan pengalamannya di timnas, termasuk cara pengelolaan tim di era dirinya.

“Ketika saya bermain, timnas itu tak banyak berubah kompoisisi pemainnya. Beda dengan akhir-akhir ini yang sibuk bongkar pasang. Akhirnya tim jadi tak konsisten, dan sulit mencapai kualitas yang diharapkan,” kata Herkis.

Sindiran lebih tajam dilontarkan Rully Nere. Mantan pelatih timnas putri ini menilai sekarang terlalu mudah menjadi pemain tim Merah Putih. Begitupun soal motivasi pemain.

“Ketika saya ingin masuk timnas, itu sulitnya minta ampun. Ada jenjang-jenjang yang harus didaki sebelum bisa jadi pemain timnas. Persaingan pun sangat ketat,” kenang Rully.

“Kalau dulu, kami lebih mengedepankan kebanggaan membela merah putih, kalau sekarang lebih karena uang. Dulu jadi pemain terbaik cuma dapat piala, tak ada uangnya seperti sekarang, tapi bangganya luar biasa.”

Keberadaan dua mantan pemain timnas itu di Padang bersama tim Indonesia All Stars untuk memeriahkan pembukaan turnamen Irman Gusman Cup, Minggu (13/3). Indonesia All Stars ditantang tim Padang All Stars yang diisi para mantan pemain Semen Padang dan PSP Padang di Stadion H Agus Salim. (gk-33)