I Was There... Ketika Borussia Dortmund Kuningkan London!

Mari kita simak kisah mencengangkan dan menggugah dari para fans yang menonton final-final Liga Champions terdahulu.

OLEH   DEDE SUGITA 

Dominan di babak grup dan impresif di fase gugur, pujian mengiringi langkah Borussia Dortmund menuju Wembley untuk menghadapi sesama tim Jerman sekaligus rival sengit, Bayern Munich, di final Liga Champions 2013. Laga memorable tersebut sayangnya berakhir dengan kekecewaan bagi sekelompok besar fans BVB yang pergi ke London – tapi, berbeda dari yang lain, perasaan utama yang meliputi Jan-Henrik Gruszecki adalah bangga.

Bagaimana Anda menghabiskan hari-hari menuju final?

Saya tiba pada Kamis sebelum final. Saya datang dengan naik kereta dengan sejumlah besar fans Dortmund, keretanya dari bagian barat Jerman jadi tak begitu banyak fans Bayern, itu nyaris eksklusif milik Dortmund. London bisa menjadi tempat yang berat untuk final seperti ini karena tak ada alun-alun untuk berkumpulnya semua fans. Meski demikian, ada banyak sekali orang Jerman di kota pada akhir pekan itu dan kemungkinan lebih banyak fans Dortmund ketimbang Bayern – warna kuning mengambil alih!

Apakah Anda lebih memilih tidak bermain melawan sesama tim Jerman di final?

Tentu, akan lebih cool untuk bermain menghadapi tim selain Bayern Munich, karena kami telah sering sekali melawan mereka di final domestik di masa lampau. Kami bermain melawan mereka di final DFB-Pokal pada 2008 dan 2012, jadi biarpun Anda tak pernah bisa bilang bermain melawan Bayern membosankan, nyatanya memang tak pernah membosankan, tapi jika Anda melakoni final internasional Anda menginginkan laga internasional.

Apakah saat itu ada kebencian di antara fans kedua klub?

Sama sekali tak ada permusuhan di antara kami. Tetapi kalau kami menghadapi Schalke ceritanya akan sangat berbeda!

Itu menjadi final mengesankan bagi kalangan netral, seperti apa rasanya bagi fans Dortmund?

Itu pertandingan fantastis, sama sekali tak ada keraguan tentang itu. Fans Dortmund diposisikan di tribun bawah dan atas, dengan tribun tengah dirancang sebagai zona netral. Tapi, Anda ‘kan lihat foto-fotonya, dan Wembley menjadi lautan kuning.

Apakah Anda merasa berat dengan kekalahan ini?

Saya pikir demikian. Ada beberapa keputusan yang seharusnya berpihak kepada kami dan, jika saja begitu, akan mengubah permainan. Pertandingannya luar biasa, Bayern bermain baik dan kami juga bermain sangat bagus. Saya pikir kami luar biasa bangga dengan klub kami. Tentunya Bayern diprediksi memenangi setiap laga yang mereka mainkan dan, sebagai perbandingan, kami adalah klub yang lebih kecil namun saya pikir tak ada yang akan komplain jika laga berlanjut ke perpanjangan waktu setelah [Ilkay] Gundogan menyamakan kedudukan. Kemudian [Arjen] Robben mencetak gol di menit terakhir dan itu jadi penentu.

Laga tersebut jadi ‘iklan’ sangat bagus untuk Bundesliga

Saya tidak peduli tentang sepakbola Jerman dipanggungkan di Wembley karena saya hanya menginginkan Dortmund menang. Itu tak terjadi, tapi itu tetap menjadi malam yang akan kami kenang untuk waktu lama. Hanya hasilnya saja yang tak sesuai.