Iker Casillas Vs Gianluigi Buffon: Duel Dua Kiper Terbaik Sepanjang Masa

Duel dua kiper yang disebut-sebut menjadi yang terbaik dalam sejarah sepakbola, akan hadir kembali dalam bentrok FC Porto kontra Juventus.

Siapa kiper terbaik sepanjang masa? Satu pertanyaan sulit yang jawabannya mungkin bakal sangat subjektif. Akan muncul begitu banyak nama, mulai dari Lev Yashin, Dino Zoff, Edwin Van der Sar, sampai yang terkini Manuel Neuer.

Begitu banyak komparasinya, yang bukan hanya sekadar respons mencegah bola masuk ke gawang. Wajib dihitung pula bagaimana kontribusinya dalam permainan, konsistensinya beredar di level tertinggi, kepemimpinan di atas lapangan, sampai koleksi trofi yang berhasil didapatkan.

Jika seperti itu, mari kita sepakati bersama bahwa Iker Casillas dan Gianluigi Buffon adalah yang terbaik. Mereka memenuhi segala kriteria itu, dengan yang terpenting adalah masih beredar di level tertinggi sepakbola. Riak-riak pemberontakan pasti muncul, tapi mayoritas khalayak sepakbola tentu sepakat dengan status ini.

Cuma berbeda tiga tahun, Casillas dan Buffon berada dalam generasi yang sama. Generasi yang sudah berlangsung dua dekade lamanya dan sanggup mereka jalani dengan raihan segudang prestasi. Akumulasi penampilan keduanya bahkan nyaris mencapai 2000 partai, diiringi 814 clean sheet, dan 42 trofi bergengsi.

Keduanya jadi raja di kompetisi domestik, melegenda di Eropa, dan pernah rajai dunia melalui gelar Piala Dunia. Dengan usianya sekarang, Casillas (35 tahun) dan Buffon (39 tahun), secara luar biasa masih akan bersaing di ajang antarklub terbaik Eropa, Liga Champions.

Juventus' Gianluigi Buffon and Real Madrid's Iker Casillas

Kamis (23/2) dini hari WIB, Do Dragao bakal jadi saksi pertemuan terbaru Casillas dan Buffon dalam bentrok leg pertama babak 16 besar Liga Champions, antara FC Porto dan Juventus. Satu partai yang tak bisa dipandang sebelah mata, karena melibatkan dua tim besar Benua Biru.

Sepanjang sejarah sudah 20 kali Casillas dan Buffon bertemu, baik dalam balutan jersey klub maupun tim nasional. Jumlah tersebut terbentang dalam lima ajang berbeda, mulai dari uji coba internasional, kualifikasi Euro/ Piala Dunia, Euro, Piala Konferderasi, dan tentunya Liga Champions.

Tak ada yang mendominasi, tapi Casillas mampu unggul tipis. Legenda Real Madrid ini berhasil meraih enam kemenangan dan sepuluh hasil seri. Dirinya juga mencatat enam clean sheet, dua kali lipat dari catatan Buffon.

Namun patut diperhatikan bahwa tiga dari enam kemenangan itu diraih bersama timnas Spanyol. Jika hanya menghitung level klub, koleksi kemenangan Casillas dan Buffon sama-sama di angka tiga, dengan dua partai lain berakhir sama kuat.

Berbicara performa di Liga Champions musim ini, kita kembali dihadapkan pada situasi kompetitif yang ketat. Casillas dan Buffon adalah dua kiper yang paling sulit dijebol gawangnya di Liga Champions musim ini, dengan baru kebobolan tiga dan dua gol. Keduanya pun sama-sama mencatat tiga clean sheet.

Soal jumlah penyelamatan, Casillas ada di atas Buffon lewat angka 12 berbanding 7. Tapi hal itu wajar terjadi karena Casillas unggul satu penampilan dan tak dilindungi bek berkelas, layaknya trio BBC di Juve.

Menyambut reuni pertarungan ini, Casillas dan Buffon tampak begitu antusias. Hal itu terlihat dari cuitan akun resmi keduanya pada akhir Januari lalu, ketika akun resmi Liga Champions hadirkan video komparasi di antara mereka.

"Jadi bagaimana menurutmu [Buffon]? Menurut saya, kamulah yang terbaik!" cuit Casillas. Balasan bijak lantas dilontarkan Buffon, "Saya takkan memilih. Kita [berdualah] yang terbaik!"

Selain itu Casillas juga menyampaikan sanjungan khususnya pada Buffon. "Saya beruntung bisa melihat gaya bermain dan kepribadian Buffon. Saya tumbuh dengan melihat permainannya. Kami kemudian berkembang bersama dan miliki karier yang mirip. Saya pikir sepakbola Italia takkan miliki kiper seperti dirinya lagi," ujarnya, seperti dikutip laman resmi Juve.

Lagi-lagi, Buffon membalasnya dengan bijak. Ia menyebut pertemuannya dengan Casillas adalah hal biasa karena sama-sama berstatus pemain juara. "Bukan hal biasa bahwa kami bisa begitu sering saling berhadapan. Kami cukup beruntung dan cerdas untuk memilih jalan yang memungkinkan kami untuk bermain lebih lama. Itu juga berarti kami bukan pemain biasa. Kami telah melakukan sesuatu yang lebih untuk bisa terus bermain hingga sekarang," tuturnya, seperti dikutip Tuttopsort.

Jadi, siapa yang sekarang jadi pemenang? Ah, mari kita nikmati saja sajian San Iker dan Superman sekali lagi dalam dua pertemuan di babak 16 besar Liga Champions ini. Karena mungkin saja momen ini jadi pertemuan pamungkas keduanya, menilik usia mereka yang masuki senja karier.

Layaknya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, kita patut bersyukur masih bisa menyaksikan rivalitas kiper terbaik sepanjang masa yang kebetulan hadir dalam satu generasi. Casillas dan Buffon, mereka yang terbaik yang pernah ada.

 
Topics