India Kini Punya Dua Kompetisi Resmi

ISL memiliki status yang sama dengan I-League sebagai kompetisi resmi dalam piramida sepakbola India.

Indian Super League (ISL) sah menyandang status sebagai kompetisi resmi India jelang musim 2017/18 setelah mendapat pengakuan dari Asosiasi Sepakbola Asia (AFC).

Kabar tersebut berarti membuat India akan memiliki dua kompetisi resmi, dengan ISL yang berkonsep liga waralaba akan berjalan berdampingan dengan liga utama yang sudah berjalan sejak lama, I-League.

Dengan status baru itu maka baik ISL mau pun I-League sama-sama mendapatkan jatah menuju kompetisi Asia. Namun pembagiannya adalah I-League untuk Liga Champions Asia dan ISL hanya sebatas Piala AFC.

Meski belum ada pengumuman resmi soal pengesahan ISL tersebut, menurut ESPN kesepakatan sudah tercapai antara Federasi Sepakbola India (AIFF) dan manajemen klub-klub I-League, pada akhir pekan kemarin.

Keputusan AFC untuk mengizinkan dua liga utama dengan status yang sama berjalan berdampingan memang aneh, tapi diyakini hanya bersifat solusi sementara sembari menunggu perkembangan wacana penggabungan kedua kompetisi tersebut di masa depan.

Satu tim sudah memutuskan untuk meninggalkan I-League yakni Bengaluru FC, dengan finalis Piala AFC tahun lalu itu hengkang ke ISL yang dinilai lebih menjanjikan secara finansial. Langkah mereka mungkin bakal diikuti dua raksasa India lainnya, East Bengal dan Mohun Bagan.

Keberadaan ISL dengan konsep franchise yang didukung dengan kekuatan finansial besar memang menjadi angin surga bagi sepakbola India. Bergulir sejak 2014 lalu dengan bermaterikan deretan tim baru seperti Atletico de Kolkata (berafiliasi dengan Atletico Madrid) Delhi Dynamos, Mumbai City hingga Chennaiyin FC, ISL mampu menjadi magnet sejumlah pemain bintang ternama di antaranya Fredrik Ljungberg, David Trezeguet dan bahkan Alessandro Del Piero untuk menutup karier.

Dengan semakin berkembangnya ISL maka bukan tidak mungkin ekseistensi kompetisi mewah tersebut nantinya akan menggantikan I-League, yang semakin terpuruk dengan permasalahan finansial klub-klub peserta yang sebagian besar masih belum beroperasi secara profesional.

Topics