Indonesia Diminta Perbaiki Kompetisi

Riedl menuturkan karakter tingkah laku pemain Indonesia tidak bagus.

LIPUTAN MUHAMAD RAIS ADNAN DARI HANOI, VIETNAM

Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, mencoba memberikan saran untuk kompetisi di Indonesia. Jadwal kompetisi yang panjang, memang menjadi salah satu yang menjadi halangan Riedl untuk mengumpulkan seluruh pemain terbaiknya dalam sebuah pelatnas yang digelarnya selama persiapan Piala AFF 2014.

"Saya tidak menyalahkan Federasi, mereka sudah melakukan hal terbaik. Mereka sudah memberikan kami kesempatan untuk main bersama, tapi kami sebenarnya tidak pernah menjadi sebuah tim karena para pemain ini sudah terkuras habis di klubnya," kata Riedl, kepada wartawan Indonesia usai sesi jumpa pers laga Filipina-Indonesia.

"Arema agendanya padat, Persipura agendanya padat. Selain itu, ada Asian Games jadi inilah masalah kita yang sebenarnya, sehingga kami dapat pemain hanya beberapa hari sebelum pertandingan pertama. Kami tidak bisa mengubah pemain itu hanya dalam waktu beberapa hari. Memang kami mendapatkan pemain itu, tapi tak bisa mengubah pemain itu lebih berkembang. Saya harap kejadian ini bisa mengubah liga kita," tambahnya.

Di samping itu, pelatih asal Austria tersebut menuturkan Indonesia harus mulai memperbaiki liga dengan punya kompetisi usia dini yang teratur. "Tak masalah harus menunggu lima, tujuh, delapan, atau sepuluh tahun. Memang ada timnas U-19 yang punya talenta bagus, tapi kalian tidak bisa hanya punya 16 atau 20 pemain. Kalian butuh lebih dari itu," jelas mantan pelatih timnas Vietnam itu.

Dengan melakukan hal tersebut, masih menurut Riedl, Indonesia memiliki persiapan untuk masa depan. Selain itu, dia berpesan kepada para pemain Indonesia agar tidak ada lagi yang takut dengan pemain yang berpostur tinggi.

"Apalagi, karakter pemain Indonesia tidak bagus. Pemain jangan lagi ada tingkah laku yang jelek, karena saya sering melihat di pertandingan ada pemain yang melakukan tingkah laku buruk seperti marah, dan tindakan brutal yang dilakukan pemain terhadap wasit dan juga pemain lainnya," paparnya.

"Untuk perbaikan liga, pemain harus berpikir, wasit harus bagus, serta harus ada peran dari pelatih maupun pemilik klub," pungkasnya.
addCustomPlayer('grhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', '', '', 620, 540, 'perfgrhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', 'eplayer4', {age:1416334462966});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.