Ingin Cetak Pemain Elite, Persib Bandung U-21 Terapkan 'Sport Science'

Para penggawa Maung Ngora setiap dua bulan sekali secara rutin dites dengan metode sport science di UPI, Bandung.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk membentuk seorang pemain sepakbola berkualitas. Kendati pemain tersebut memiliki bakat alam, tapi mereka harus tetap diasah menggunakan metode pelatihan sepakbola yang baik dan benar. Terutama, sejak usia dini.
Hal itu pula yang disadari oleh manajemen Persib Bandung. Terlebih, Persib saat ini dikenal bukan sebagai klub yang banyak mengandalkan pemain muda hasil binaan mereka sendiri.
Secara perlahan, tampaknya hal itu ingin dikikis. Untuk itu, mereka tak segan merekrut pelatih asal Brasil, Jaino Matos, sebagai pelatih Persib U-21. Tim itu sendiri memang dibentuk untuk mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21.
Jaino sendiri dikenal sebagai pelatih yang sangat fokus terhadap pengembangan pemain dengan menggunakan metode sport science. Tak pelak, hal itu diterapkannya pula di Persib U-21. Dia mulai membangun persiapan tim dari nol.
Merekrut pemain yang rata-rata masih berusia 19 tahun, serta menerapkan secara rutin tes terhadap pemainnya dengan metode sport science, yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
"Tes rutin yang kami lakukan setiap dua bulan meliputi velocity, akselerasi, maximum power, VO2Max, dan nutrisi. Dari hasil tes itu, kami bisa merancang program latihan yang pas dengan kondisi fisik masing-masing pemain," papar Jaino, kepada Goal Indonesia.
Dengan demikian, masih menurut Jaino, para pemain bisa melaksanakan tugas masing-masing dengan maksimal secara taktik dan strategi individu maupun tim. Semua program latihan yang disusun sesuai apa yang bakal dipakai dalam situasi pertandingan.
"Untuk saat ini, VO2Max tertinggi para pemain antara 52 sampai 60 untuk gelandang dan sayap," ujarnya.
Lebih lanjut, Jaino mengatakan saat ini fokus utama dari timnya adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan performa pemain di setiap pertandingan, bukan kepada hasil laga.
"Prospek tim ini sangat bagus di masa depan. Mereka masih bisa bermain untuk empat tahun lagi di kompetisi ISL U-21. Kami memang mengarahkan para pemain untuk menjadi pemain elite untuk Persib senior dan timnas," tuturnya.
Sementara ini, Persib U-21 yang tergabung di grup 1 masih menduduki peringkat ketiga klasemen dengan tiga poin dari tiga laga yang telah dijalani. Mereka berada satu grup dengan Semen Padang U-21, Sriwijaya FC U-21, dan Pelita Bandung Raya U-21.
Tim Maung Ngora akan bertanding kembali melawan Semen Padang U-21 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, 20 Mei mendatang.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.