Ini Dia Perbandingan Belanja Line-Up Ajax Amsterdam Kontra Paris Saint-Germain

Berapa banyak dana yang dihabiskan Ajax dan PSG untuk menyusun line-up yang diturunkan di Liga Champions, Rabu (17/9) malam?

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Ajax Amsterdam dan Paris Saint-Germain harus puas berbagi poin pada pekan pembuka Liga Champions Grup F musim 2014/15 di Amsterdam ArenA, Rabu (17/9) malam, dan ada catatan menarik yang menghiasi pertemuan kedua klub.

Sebelumnya, redaksi Goal Indonesia telah membahas pertemuan kedua klub ini merupakan perjumpaan dua pendekatan yang berbeda dalam membangun tim. Ajax dikenal sebagai pencetak ulung pemain muda berbakat yang tak jarang harus melepas aset berharga mereka sebagai salah satu cara mengumpulkan pendapatan.

Sementara, PSG kebalikannya. Klub asal metropolitan Prancis itu royal belanja pemain sejak resmi diakuisisi Qatar Investment Authority, dua tahun silam. Bahkan ada tiga pemain alumnus Ajax yang berseragam PSG pada pertandingan tadi malam, yaitu Gregory van der Wiel, Maxwell, dan Zlatan Ibrahimovic.

Perbedaan pendekatan ini kian kentara jika kita membandingkan jumlah dana yang dihabiskan masing-masing klub dalam menyusun tim inti yang diturunkan dalam pertandingan.

Berikut perinciannya:

Pembelian termahal Ajax dalam susunan tim inti pertandingan adalah kapten Niklas Moisander dan Kolbeinn Sigthorsson dengan biaya €4 juta. Keduanya sama-sama didatangkan dari AZ Alkmaar dengan Moisander setahun lebih dahulu bergabung ketimbang Sigthorsson. Sejak 2012, Ajax tampak lebih selektif dalam melakukan perekrutan pemain dan memilih mempromosikan para pemain muda dari akademi sendiri.

Thulani Serero, Joel Veltman, Nicolai Boilesen, dan Davy Klaassen muncul dari sistem tersebut. Dengan catatan, Serero dan Boilesen bergabung ke tim taruna Ajax setelah lebih dahulu mengenyam pendidikan usia dini di Ajax Cape Town dan Brondby.

Tiga pemain pengganti yang diturunkan pelatih Frank de Boer baru bergabung musim ini. Niki Zimling dan Arkadiusz Milik dipinjam dari klub Bundesliga Jerman, Mainz dan Bayer Leverkusen. Hanya Zimling yang membutuhkan kompensasi peminjaman sebesar €500 ribu. Sementara itu, calon bintang Anwar El Ghazi merupakan jebolan tim remaja Sparta Rotterdam yang diboyong akademi Ajax dengan biaya €5.000.

Empat belas pemain yang dimainkan Ajax menghabiskan dana belanja €17.635.000. Jika dihitung susunan tim inti saja, para pemain Ajax memiliki rata-rata usia 23,8 tahun.

Dengan demikian, hasil imbang 1-1 melawan Paris sudah layak disyukuri Ajax. Paris memang masih kalah dalam hal koleksi gelar Eropa dibandingkan dengan Ajax, tetapi skuat yang dimiliki Laurent Blanc adalah skuat yang mewah. Sang pelatih "dimanja" dengan sejumlah pemain bernama besar nan mahal.

Pemain termahal PSG adalah Edinson Cavani, sang pencetak gol, dengan biaya transfer sebesar €64,5 juta didatangkan dari Napoli. Bandingkan dengan pencetak gol balasan Ajax, Lasse Schone, yang bergabung tanpa biaya dari NEC Nijmegen.

Skuat inti PSG saja sudah menghabiskan dana sebesar €251,3 juta. Jumlah itu kian membengkak jika menghitung banderol transfer dua pemain pengganti, Javier Pastore dan Ezequiel Lavezzi, yang juga tidak murah. Kedua pemain Argentina itu didatangkan dengan total pembelian €70,95 juta dari Palermo dan Napoli. Jika dibandingkan dengan total belanja Ajax, pengeluaran PSG dalam membentuk tim 18 kali lipat lebih besar. Wow!

Dengan rata-rata usia 26,7 tahun, skuat PSG dipenuhi para bintang yang berpengalaman. Sangat wajar jika dengan didorong dana besar serta reputasi para pemain mahalnya, Les Parisien menjadi salah satu unggulan merebut gelar juara Liga Champions musim ini.

Sebandingkah dengan pengeluaran yang mereka keluarkan? Harus kita lihat Mei tahun depan.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics