Ini Gambaran Kualitas Kiper Baru Manchester City

Punya kualitas sebagai kiper modern bisa memberi jaminan bagi Ederson untuk menjadi andalan Guardiola.

Rekrutan anyar Manchester City, Ederson Moraes menggambarkan kualitas dirinya yang bisa bermain di luar posisi asli dan tak seperti kebanyakan kiper tradisional lainnya.

Penjaga gawang asal Brasil itu resmi menuntaskan transfernya sebesar €40 juta dari Ederson pada Kamis (8/6) kemarin, sepekan setelah Benfica mengumumkan pelepasannya.

Posisi kiper memang menjadi masalah utama City sejak ditangani Pep Guardiola setelah sang manajer memilih untuk meminjamkan Joe Hart ke Torino dan menggantikannya dengan menggaet Claudio Bravo dari Barcelona.

Namun Bravo justru sulit beradaptasi dengan sepakbola Inggris dan bahkan harus kehilangan posisi inti yang kemudian diambil alih Willy Caballero. Tapi nama terakhir sudah resmi dilepas City dan kini kehadiran Ederson diharapkan mampu menjadi solusi ampuh.

"Jadi seorang kiper itu harus sedikit eksentrik!" tutur Ederson ketika ditanya soal gaya bermainnya. "Kami dituntut untuk berani meletakkan kepala untuk berhadapan langsung dengan kaki-kaki lawan kala berduel. Saya juga seperti demikian."

"Saya adalah kiper yang tenang dan selalu berusaha untuk mengalirkan rasa percaya diri dan menenangkan rekan-rekan yang lain. Kemampuan itu sangat membantu saya."

Seperti diketahui, Guardiola adalah penggemar kiper yang punya kemampuan untuk terlibat langsung ke dalam skema permainan tiki-taka serta memiliki olah bola mumpuni dan Ederson yakin bisa memenuhi persyaratan tersebut.

"Di Benfica saya sedikit bermain lebih ke depan dan banyak terlibat dalam permainan tim. Saya pikir revolusi cara bermain penjaga gawang untuk terlibat dalam permainan sangat penting. Saya punya keahlian bermain di luar kotak penalti," lanjut pemain berusia 23 tahun itu.

"Ketika saya bermain untuk klub yang lebih kecil, saya tak punya kesempatan terlibat lebih banyak. Tapi ketika di Benfica, saya bisa melakukannya dan mengembangkan kemampuan tersebut, menjadi lebih aktif dalam permainan. Saya sudah berkembang sejak saat pertama."

"Saya bahkan pernah mencetak gol bukan sekali saja, tapi dua kali! Itu merupakan momen yang aneh dan unik. Saya melihat momen serupa di Liga Primer tapi milik saya berbeda."

"Gol saya tercipta dari kotak penalti tim sendiri ketika mengambil tendangan gawang. Awalnya tak berniat mencetak gol tapi faktanya gol terjadi dan saya beruntung pada hari tersebut."

"Sementara gol kedua terjadi ketika seorang gelandang mengirim umpan kepada saya di belakang dan lantas saya menendang bola jauh ke depan hingga masuk ke gawang," tukas Ederson.