Ini Isi Surat PT Liga Indonesia Kepada Kemenpora

Surat tersebut menjelaskan poin-poin alasan penolakan PT Liga Indonesia untuk mengelola kompetisi di bawah Kemenpora.

PT Liga Indonesia telah mengambil sikap terkait ajakan Kemenpora untuk menggulirkan kompetisi pada 9 Mei mendatang. Pihak operator kompetisi tersebut pun memutuskan untuk tidak mengikuti instruksi dari Menpora Imam Nahrawi.

Kebijakan PT Liga pun dipahami oleh seluruh klub peserta Indonesia Super League pada rapat yang digelar Rabu (6/5) malam, di Jakarta. Keputusan dari PT Liga tentang penolakan mengelola kompetisi di bawah Kemenpora telah disampaikan melalui surat mereka yang dikirimkan pada 4 Mei 2015, dengan nomor surat 418/V/2015.

Berikut poin-poin Jawaban PT Liga kepada Menpora Terkait Kompetisi

1. Bahwa kompetisi ISL 2015 merupakan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan statuta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia di mana Liga ditunjuk sebagai operator kompetisi ISL dan Divisi Utama berdasarkan keputusan Kongres Luar Biasa PSSI tahun 2013. Dalam kaitannya dengan implementasi kompetisi terdapat aspek disiplin dan perangkat pertandingan yang merupakan kewenangan PSSI. Berdasarkan hal tersebut maka Liga tak bisa menjalankan kompetisi tanpa persetujuan PSSI.

2. Bahwa aspek legal status Liga adalah perseroan terbatas yang sahamnya dimiliki oleh klub peserta ISL dan PSSI sehingga seluruh keputusan yang dijalankan oleh Liga secara hukum tunduk kepada rapat umum pemegang saham Liga termasuk program kompetisi ISL 2015.

3. Bahwa terhadap lanjutan ISL yang diminta untuk digulirkan kembali pada 9 Mei 2015, Liga menjelaskan secara teknis hal itu tidak bisa dipenuhi karena pelaksanaan training center (TC) tim nasional under-23 yang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games yang akan dimulai pada tanggal 13 Mei.

4. Bahwa Liga menyampaikan kesediaan untuk memberikan penjelasan lebih rinci terkait status dari implementasi kompetisi kepada seluruh pihak sebagai bagian dari upaya mendapatkan solusi dari permasalahan sepakbola Indonesia.