Ini Kegiatan Djadjang Nurdjaman Di Italia

Djanur bakal belajar tentang metodologi akademi dan program memperbaharui teknis yang digelar Inter.

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, sudah dipastikan bakal menimba ilmu kepelatihan di Milan, Italia, mulai pertengahan Januari 2016. Rencananya, pelatih yang akrab disapa Djanur itu bakal menimba ilmu di klub Italia, FC Internazionale.

Ini merupakan bagian dari kerja sama Persib dengan klub yang dipimpin pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, itu. Lantas, apa saja kegiatan maupun program yang bakal diikuti Djanur selama di Italia?

"Sejauh ini gambaran kegiatan di Italia adalah belajar tentang metodologi Akademi Inter dengan spesifik khususnya untuk tim U-16 atau U-18 dan U-19, dengan melihat sesi latihan, pertandingan dan turnamen. Rencananya, agenda di sana juga akan mencoba melihat sesi pelatihan dan pertandingan Serie B dan Liga Pro (Inter Milan)," kata Djanur, seperti dikutip laman resmi Persib.

Di samping itu, Djanur juga akan belajar dalam program memperbaharui teknis yang digelar Inter atau dengan Federasi Sepakbola Italia (FIGC). "Lalu, ada kunjungan-kunjungan, seperti ke pusat pelatihan Inter Milan (CDF) dan juga coaching program di beberapa tempat, seperti pusat pelatihan La Pineta di Appiano Gentile (Como), Lombardia. Kemudian, mengikuti pertandingan mereka juga di Serie B-nya," bebernya.

"Program ini, tentunya membuat saya penasaran. Saya ingin mengetahui, seperti apa penanganan usia dini di negara maju. Ini kali pertama buat saya menangani usia dini, tetapi saat di Pelita Jaya saya pegang U-21. Tentu ingin tahu juga seperti apa mereka membina usia dini. Ini akan menjadi perbandingan dengan di Indonesia," tutur pelatih yang membawa Persib juara Indonesia Super League 2014 itu.

"Saya juga di Italia ingin melihat seperti apa pembinaannya, dan ingin membandingkan dengan yang lainnya. Apalagi jika melihat selama di sana, saya akan fokus pada program pembinaan usia muda."

Di sisi lain, Djanur merasa sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Italia. Apalagi Persib menanggung semua biaya dari program ini. Dia pun berencana ingin mengambil lisensi kepelatihan di Eropa. 

"Kalau memang nanti saya mendapat lisensi di sana (Eropa), mungkin saya pelatih Indonesia yang menangani klub profesional pertama mendapatkannya. Tapi itu kan masih rencana. Saya akan mencoba mencari di sana (Eropa), apakah di Swiss atau tempat lain yang menggunakan bahasa Inggris," jelasnya.

Dia pun berharap setelah pulang dari Italia bisa mengaplikasikan ilmunya bagi sepakbola Indonesia, khususnya Persib.