Ini Kronologi Meninggalnya Anggota The Jakmania Dalam Insiden Di Tol Palimanan

The Jakmania mengungkapkan salah satu anggota mereka Harun Al Rasyid Lestaluhu meninggal karena dikeroyok oknum yang tak bertanggung jawab.

Insiden meninggalnya suporter sepakbola Indonesia akibat bentrokan kembali terjadi lagi, Minggu (6/11). Kali ini, yang menjadi korban adalah salah satu anggota The Jakmania, kelompok suporter Persija Jakarta, yang bernama Harun Al Rasyid Lestaluhu.

Harun sendiri merupakan salah satu anggota yang ikut rombongan The Jakmania, yang sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta setelah mendukung Persija melawan Persib di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (5/11) lalu.

Nahas, Harun harus meregang nyawa lantaran tak bisa menghindar dari bentrokan yang terjadi di Tol Palimanan dengan sekolompok oknum yang tidak bertanggung jawab. Dalam rilis resmi mereka, Pengurus Pusat (PP) The Jakmania menjelaskan kronologi kejadian meninggalnya Harun.

Itu berdasarkan, saksi mata yang juga anggota The Jakmania yang berada di lokasi kejadian. Berikut kronologi meninggalnya Harun seperti yang disampaikan PP The Jakmania melalui rilis mereka kepada media:

Rilis Resmi PP The Jakmania, Terkait Insiden di Tol Palimanan

Sehubungan dengan terjadinya tragedi Tol Palimanan yang mengakibatkan anggota The Jakmania dari Kooordinator Wilayah (Korwil) Kali Malang meninggal dunia, berikut kami sampai kronologis dari anggota Jakmania yang berada di tempat kejadian perkara.

Ada tiga anggota The Jakmania yang melihat langsung tragedi yang mengakibatkan rekan Harun Al Rasyid Lestaluhu meninggal dunia akibat terjadinya pengeroyokan oknum yang tak bertanggung jawab. 

Ketiga saksi juga melihat adanya oknum penyerangan rombongan Jakmania di tol Palimanan yang berbaju biru (bobotoh). Rombongan bus The Jakmania masuk rest area tol Brebes karena ada brifieng singkat terkait adanya informasi penghadangan pintu tol Palimanan. Aparat keamanan yang mengawal kalah jumlah dengan bobotoh yang sudah membawa senjata tajam dan siap menyerang romongan bus Jakmania.

Berikut kronologi dari salah satu saksi dengan insial RDP terkait dengan penyerangan bus The Jakmania,

Bus yang ditempati RDP merupakan bus iringan ke-4 dari barisan rombogan yang sampai ke Palimanan (TKP). RDP melihat ada segerombolan atau sekelompok berbaju biru (bobotoh) di pinggir jalan dan jembatan.

Posisi bus 4 masih menahan untuk tak melakukan serangan, namun hujan timpukan semakin deras dari kanan atau tepatnya dari arah perkampungan warga. Timbullah kerusuhan besar akibat serangan yang dilakukan bobotoh, dan saat itu terjadi dua titik kerusuhan. Posisi almarhum Harun Al Rasyid Lestaluhu (Ambon) tepat berada di sisi kiri RDP. Almarhum masuk dan ada bus yang putar balik tertahan. Almarhum yang berada di sisi bus, tertahan dan sempat di serang dari kedua sisi oleh massa yang beringas. RDP sempat menolong Almarhum saat yang bersangkutan sedang mendapat perlakuan buruk dari massa yang sudah mengeroyoknya.

RDP yang berniat menolong dikejar massa berbaju biru. RDP juga melihat Almarhum dikeroyok dengan senjata tajam dari pedang hingga senapan angin. RDP melihat ada anggota Kalimalang yang menggotong Almarhum, namun  akhirnya mereka tak kuat karena juga hampir dikeroyok dan ditimpuki massa. RDP melihat dengan mata kepala sendiri Almarhum dipukul, diinjak dan dibalok oleh massa bobotoh.

Penghadangan sudah dilakukan oleh bobotoh yang bukan merupakan warga sekitar lokasi. Almarhum juga sebetulnya sudah diamankan oleh pihak Kepolisian, tapi karena kalah jumlah dengan bobotoh, massa bobotoh pun tetap melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban lepas dari Polisi. Naasnya, Almarhum juga sempat menghindar dari bus yang panik untuk putar balik. Saat itu Almarhum sudah terkena senjata tajam.
Saksi mata kedua, datang dari salah satu anggota yang menaiki bus rombongan 3 The Jakmania.

Bus 3 termasuk bus yang mengikuti konvoi 6 bus rombongan guna meminimalisir gesekan dan korban di rest area kurnia wilayah Kendal sekitar jam 9 pagi. Dari beberapa korwil dan komunitas, perjalanan dari Kendal tidak ada gesekan sama sekali.

Setelah sampai di pintu tol Brexit beberapa rombongan berinsiatif menunggu rombongan yang tertinggal. Saksi juga mendengar info pada rombongan yang terlebih dahulu ada penghadangan massa pendukung Persib (bobotoh) di beberapa titik daerah Jawa Barat.

Sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan bus 3 berangkat ke Jakarta dan terkena lemparan batu yang mengakibatkan kaca pecah pada pukul 17.00 WIB

Kronologis ketiga datang dari Korwil Jakmania, terkait dengan terjadinya tawuran antara rombongan bus Jakmania dan bobotoh di Tol Palimanan km 188 dan 186 Tol Palimanan Cipali, Jawa Barat. Rombongan bus The Jakmania ini dalam perjalanan pulang usai mendukung tim kesayangannya saat pertandingan Persija Jakarta vs. Persib Bandung di Stadion Manahan Solo, Sabtu (5/11/2016) malam

Diberitakan, 16 bus yang berisi penuh suporter Jakmania ini bergerak dari arah Solo, di Tol Palimanan Km 188 dan 186, bobotoh yang berada di sisi tol melempari bus tersebut sehingga terjadi tawuran di pintu tol Palimanan dan rombongan bus Jakmania yang mengakibatkan salah seorang suporter The Jakmania berinisial HRL tewas.

“Saat masuk pintu masuk Tol palimanan, pas banget setelah pintu masuk tol, ada yang melempari bus kita, anak anak turun dari bus, keluar semua mengejar pelaku pelemparan itu. Mereka lari masuk ke gang pemukiman warga, ternyata mereka manggil warga dan akhirnya terjadi bentrok dengan warga,” kata salah satu suporter The Jakmania yang ikut dalam rombongan bus tersebut

“Dan akhirnya, salah satu anggota kami, HRL, dari korwil Kalimalang, meninggal dunia dan saat ini korban dibawa ke Rumah sakit Arjowinangun Cirebon. Kami saat ini dikawal Polisi dan masih berada di Tol Cikampek,” lanjutnya

Korban luka
1. Anggota Korwil RKJ menderita kepala bocor.
2. Anggota Korwil Pondok Labu menderita kena senjata api.
3. Anggota Korwil Pasar Minggu
4. Anggota Jak Ciracas menderita luka dikepala

Topics