Ini Laporan Keuangan PSSI & Hasil Kongres 2015

PSSI fokus untuk football development untuk meningkatkan kualitas timnas.

OLEH FARABI FIRDAUSY 
PSSI telah menggelar kongres biasa tahun 2015, Minggu (4/1), di Hotel Borubudur, jakarta. Beberapa bahasan dan laporan telah dijabarkan oleh PSSI. Termasuk laporan keuangan, revisi statuta, perubahan kompetisi serta program-program untuk tahun 2015.

Dalam laporan keuangan, PSSI mengkaim mengalami kenaikan aset senila Rp4,6 miliar dan pemasukan terbesar kas PSSI didapatkan dari sponsor termasuk tv partner.

"Pada tahun 2014 kami mengalami kenaikan neto Rp4,6 miliar. Itu mencapai 76 persen," ungkap bendahara PSSI, Husni Hasibuan.

PSSI juga menegaskan bahwa mereka telah menjalankan segalanya tanpa menggunakan uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepeser pun.

Selain itu, dalam kongres juga diumumkan enam anggota baru PSSI. Yakni Persija Muda, Persimuba, Laga FC, Blitar United, Pro Kundalini dan Kalimana FC.

Saat ini, PSSI akan fokus kepada program football development mereka dengan menunjuk instruktur pelatih PN Sivaji, direktur teknik Pieter Huistra dan meminta instruktur wasit rujukan FIFA yang kemungkinan dari UEFA.

Hal itu dilakukan demi memperbaiki kualitas kompetisi yang nantinya bermuara pada prestasi dari tim nasional Indonesia.

"Prestasi dari federasi sering diukur dari timnas mereka, maka itu kami fokus memperbaiki tiga elemen tersebut dalam football development, kami juga fokus untuk memperbaiki kualitas kompetisi karena nantinya berujung pada prestasi timnas," beber Joko Driyono selaku sekretaris jenderal.

PSSI juga menargetkan adanya liga profesional untuk futsal yang bakal dikelola PT Liga Futsal Indonesa. Serta menggulirkan liga untuk sepakbola wanita.

"Kita akan men-setup liga profesional futsal yang diatur oleh PT Liga Futsal Indonesia. Akan ada 16 klub tahun ini di Pro League (Liga Profesional Futsal). Saat ini ada 30 klub yang akan melalui proses kualifikasi," jelas Joko.

"Kita juga akan membuat liga sepakbola wanita, yang tadinya turnamen sekarang menjadi liga," tambahnya.

Mulai 2015, hanya akan ada tiga jenjang kompetisi. Yakni dileburnya para kompetisi amatir menjadi Liga Nusantara kemudian Divisi Utama serta yang teratas adalah Indonesia Super League.

Pada 2016 rencananya, hanya akan ada 36 tim yang berkompetisi di Divisi Utama. Itu semata-mata untuk memangkas gap kekuatan tiap level kompetisi sehingga kompetisi di tiap level lebih menarik.