Insiden Penalti Di Kanjuruhan, Buat Manajer Persib Bandung Sakit Hati

Umuh Muchtar menyayangkan wasit Suyanto yang ia anggap tidak menjunjung nilai fair play.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Hasil imbang antara Persib Bandung dan Arema Cronus yang berlangsung pada 25 Mei lalu, rupanya masih menyisakan kekecewaan bagi kubu Persib.

Pada laga yang berkesudahan 2-2 di stadion Kanjuruhan itu, keputusan wasit Suyanto dianggap manajer Persib Umuh Muchtar mencederai semangat fair play yang diusung pada setiap laga sepakbola.

Pernyataan tersebut dilontarkan tak lain karena insiden hukuman penalti yang diberikan kepada kubu Persib, usai pemain belakang Vladimir Vujovic dianggap melanggar pemain tengah Arema, I Gede Sukadana, pada menit ke-66.

Hasilnya, eksekusi sukses Gustavo Lopez dari titik putih pun memupuskan harapan Persib yang sudah unggul 2-1 atas Arema, harus terpaksa pulang dengan sebiji poin saja.

"Saya menilai, keputusan itu (penalti) mencederai fair play. Saya sudah konsultasi dengan Jimmy Napitupulu selaku Ketua Bidang Penunjukan Wasit PSSI atas keputusan wasit Suyanto," kata pria berkumis itu seperti dilansir laman resmi klub.

Umuh benar-benar merasa tersakiti dan menyayangkan hukuman kartu kuning yang diberikan wasit kepada Vujovic di laga itu. Dia pun berujar akan meminta kartu kuning bagi bek asal Montenegro itu dicabut.

“Kami hanya minta itu (kartu kuning) saja. Soal poin biarkan saja. Kartu kuning itu membuat Vladimir dan kami sangat tersakiti,” papar Umuh.

Memang dalam laga tersebut beberapa keputusan dari wasit kerap membuat laga makin panas. Puncaknya adalah ketika Vujovic dianggap melanggar Sukadana, namun beberapa pihak menilai aksi Sukadana merupakan diving belaka.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.