Iran Larang Dua Pemainnya Perkuat Timnas Usai Bermain Lawan Klub Israel

Kedua pemain itu mendapatkan hukuman berupa larangan memperkuat timnas Iran setelah mereka terlibat dalam laga kontra klub Israel bersama klub mereka.

Juru bicara pemerintah Iran mengumumkan telah menjatuhkan hukuman berupa larangan membela tim nasional untuk dua pemainnya usai mereka bermain menghadapi klub asal Israel di ajang Liga Europa.

Kapten Iran Masoud Shojaei (33 tahun), dan sang gelandang Ehsan Hajsafi (27), bermain untuk klub Yunani Panionios saat menghadapai klub Israel Maccabi Tel Aviv pekan lalu.

Mereka tidak terlibat di laga leg pertama kualifikasi Liga Europa yang berlangsung di Israel, tapi mereka turut terlibat saat klubnya kalah 1-0 di kandang sendiri dari Tel Aviv pada 3 Agustus lalu, hal itu merupakan pelanggaran menurut kebijakan pemerintah Iran.

Ehsan Hajsafi Masoud Shojaei Iran

Iran tidak mengakui Israel sebagai negara dan melarang semua atlet mereka untuk bertanding menghadapi tim apa pun yang berasal dari Israel.

"Dapat dipastikan Masoud Shojaei dan Ehsan Hajsafi tidak akan lagi diundang bergabung dengan tim nasional sepakbola karena mereka telah melanggar peraturan," kata deputi menteri olahraga Iran Mohammad Reza Davarzani di siaran televisi negara, seperti dikutip dari The New York Times.

"Mereka memiliki kontrak finansial bersama suatu klub untuk bermain dan dibayar untuk tim itu, tapi untuk bermain menghadapi perwakilan rezim yang menjijikkan hal itu tidak dapat diterima oleh masyarakat Iran."

Shojaei, yang telah mencatatkan 70 penampilan di timna, merupakan pemain penting yang turut membantu Iran mengamankan tempat di Piala Dunia 2018.

Sementara Hajsafi sudah 84 kali tampil memperkuat Iran. Ia berada di bangku cadangan saat negaranya meraih kemenangan atas Uzbekistan pada Juni lalu, dan dia sebenarnya diprediksi akan bermain saat Iran berlaga di Rusia tahun depan.

Ehsan Hajsafi - Iran

Shojaei juga sempat dikucilkan pada Juni lalu setelah ia meminta kepada Presiden Iran Hassan Rouhani agar perempuan bisa masuk ke stadion untuk menyaksikan tim bermain.

Di Iran, perempuan telah dilarang masuk stadion sejak 1979, karena hal itu dianggap tidak sesuai bagi mereka.