Irfan Bachdim Akui Sempat Ingin Pulang Ke Indonesia

Tahun pertama jadi masa sulit bagi pemain naturalisasi Indonesia berdarah Belanda itu saat meniti karier di Jepang.

Karier pemain timnas Indonesia yang bermain di Jepang, Irfan Haarys Bachdim, memang tak begitu mulus. Kesulitan beradaptasi dengan berbagai perbedaan hingga cedera panjang pernah dirasakan striker 26 tahun tersebut.

Mengawali kiprahnya di Jepang bersama Ventforet Kofu, Irfan yang sempat dipercaya menjadi pemain sayap itu mendapat jam terbang minim. Ia bahkan harus rela melewatkan musim 2014 tanpa satu penampilan pun di J.League.

Tahun pertamanya itu diakui sangat sulit bagi eks penggawa FC Utrecht, hingga Irfan sempat berpikir untuk kembali ke Indonesia untuk melanjutkan kariernya. Saat itu pula, saat Indonesia Super League 2014 tengah berjalan, Pelita Bandung Raya menyatakan tertarik membawa pulang Irfan.

"Pada awalnya tentu saya merasa kesulitan, terutama pada bahasa yang berbeda dan kultur yang berbeda. Juga dengan gaya bermain di Jepang," ungkap pria kelahiran Amsterdam itu, dalam wawancaranya di saluran kanal Youtube resmi J.League.

"Tahun pertama merupakan masa yang sulit, saat itu saya sempat merasa ingin pulang ke rumah dan pergi ke Indonesia. Tapi istri dan manajer saya berkata 'tidak'. Mereka bilang jika saya bisa menjalaninya dengan baik maka saya akan dapat masa depan yang lebih baik," urainya.

Irfan pun bertahan semusim bersama Ventforet dan akhirnya menerima pinangan dari klub J.2 League, Consadole Sapporo, untuk musim 2015.

Pemain yang jadi skuat timnas di Piala AFF 2010 itu pun berjuang usai sembuh dari cedera untuk karier yang lebih baik di Negeri Sakura. "Dan kini, segalanya berjalan lebih baik untuk saya, dan saya tak berpikir untuk pulang ke rumah," paparnya.

Bersama Consa, Irfan mendapatkan debutnya pada Mei lalu saat menjamu Jubilo Iwata di Sapporo Dome. Irfan tampil delapan menit sebelum bubaran menggantikan Nildo. Laga pun ditutup dengan kemenangan untuk Sapporo, 3-0.

Selama Mei, Irfan tampil di empat laga Sapporo secara beruntun sebelum akhirnya dibekap cedera. Penampilan terakhirnya adalah saat Sapporo mendulang kemenangan 2-0 atas Thespakusatsu Gunma. Bersama Sapporo, Irfan pun belajar dari pemain sekaliber Shinji Ono dan Junichi Inamoto.

"Di tim ini memiliki banyak pemain bagus. Saya tahu Sinji Ono sejak saya remaja dan juga ada Junichi Inamoto yang memberikan dampak bagus untuk saya dan tim. Mereka adalah pemain bagus dan Anda bisa belajar dari mereka, itu mengapa saya sangat senang dengan kepindahan saya ke Sapporo," aku ayah dari dua anak itu.