Irfan Bachdim Ingin Tebus Kegagalan Memperkuat Timnas Indonesia Dua Tahun Lalu

Pada Piala AFF 2014, Irfan terpaksa dicoret karena mengalami cedera.

Irfan Haarys Bachdim bertekad untuk mengeluarkan segenap kemampuannya saat seleksi gelombang pertama berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, 9-11 Agustus. Hal tersebut dilakukan agar bisa memperkuat timnas Indonesia pada Piala 2016, sekaligus menembus kegagalannya berseragam Merah-Putih 2014 lalu.

Memang nama pemain Consadole Sapporo tersebut sempat tercatat sebagai salah satu pemain timnas Garuda untuk Piala AFF dua tahun silam. Namun, akhirnya Irfan terpaksa dicoret dari skuat saat seleksi pemain tahap akhir karena mengalami cedera.

Oleh karena itu, pria berusia 27 tahun tersebut berharap besar pada gelaran sepakbola terbesar di kawasan Asia Tenggara bisa membela timnas Indonesia. Pasalnya, ia merasa memperkuat negara adalah suatu kehormatan bagi pesepakbola yang ada di dunia.

"Sekarang kondisi sudah fit, tidak seperti tahun 2014. Saya yakin akan bisa menampilkan permainan terbaik saya saat seleksi nanti dilakukan," kata Irfan. 

"Masalah persiapan tidak ada yang spesial, karena saya sudah berlatih rutin saat berada di klub. Tapi semua keputusan ada di tangan pelatih, yang jelas saya akan bermain sebaik mungkin," ia menambahkan. 

Mantan pemain Ventforet Kofu itu menjadi satu-satunya pemain yang bermain di klub luar negeri yang dipanggil Alfred Riedl untuk seleksi gelombang pertama ini. Sebab 23 nama lain yang diajak Riedl adalah pemain di klub Indonesia.