Issac Poppo Tak Kunjung Tiba, Persebaya Surabaya Pilih Marcus Makoke

Makoke sudah bergabung bersama Persebaya dan disahkan PT Liga Indonesia.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA
Tak kunjung tibanya Issac Poppo ke Surabaya, membuat Persebaya Surabaya mengalihkan perhatian kepada sosok Marcus Makoke. Bahkan, gelandang berkebangsaan Prancis ini dikabarkan sudah bergabung bersama skuat Bajul Ijo, saat meladeni Perseru Serui di Jayapura, Sabtu (31/5).
Bisa dibilang, proses perekrutan Makoke terkesan buru-buru dan janggal. Gelandang serang yang kini berusia 32 tahun ini, diklaim sudah resmi milik Bajul Ijo tanpa menjalani proses seleksi lebih dulu. Ia juga tanpa repot harus menjalani tes kebugaran dan kesehatan, tapi sudah menandatangani berkas kontrak di Jakarta.
"Waktunya sudah mepet, kami tidak punya waktu lagi. Meski tanpa seleksi, kami ambil pemain yang datangnya jelas-jelas saja," ungkap Amran Said Ali, asisten manajer Persebaya kepada Goal Indonesia.
Amran menuturkan, Persebaya sebenarnya sudah mendesak agen Issac Poppo, agar segera mendatangkan pemainnya ke Kota Pahlawan. Karena Persebaya sedang membutuhkan tambahan pemain asing, di sisa pertandingan kompetisi musim ini.
"Kalau nanti tidak berkualitas bisa dicoret. Ada perjanjiannya, jika kualitas tidak bagus, kami bisa mencoretnya, masih ada waktu beberapa hari lagi,” terangnya.
Isu yang berkembang di lapangan, perekrutan Mokake sempat membuat pelatih Persebaya Rahmad Darmawan (RD) keberatan. Karena, ia lebih menginginkan kehadiran Poppo ketimbang Mokake, yang sudah sejak lama diincar. Tapi, Amran dan manajemen Persebaya lainnya ngotot mendatangkan dan merekrut Makoke. Amran pun mengaku, status Makoke sudah mendapatkan pengesahan dari PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi.
"Sudah disahkan PT Liga (Indonesia), FIFA juga sudah. Semoga, ia bisa melengkapi kekurangan yang ada dan membawa Persebaya lebih berprestasi," harap Amran.
Sepanjang musim ini, Persebaya sudah memiliki pengalaman gagal dalam merekrut pemain asing tanpa seleksi lebih dulu karena begitu percaya dengan agen pemain. Misalnya, ketika Persebaya mengambil Daniel Monchare tanpa ada uji kualitas dan langsung teken kontrak.
Setelah dimainkan di Piala Gubernur Jatim 2013 dan Inter Island Cup (IIC) 2014, ternyata kualitas Monchare tidak layak dan jauh dari harapan. Bek asal Kamerun itu, akhirnya dipecat dan posisinya kemudian digantikan oleh OK John.
Sementara itu, PT Liga Indonesia baru menutup jendela transfer putaran kedua pada 6 Juni 2014.(gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.