Ivan Rakitic Kesulitan Bernapas Di Manaus

Meski dianggap lebih dingin dari Amazon, sang gelandang mengaku kesuitan menjalani pertandingan selama 90 menit.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter

Gelandang Kroasia Ivan Rakitic menjadi orang teranyar yang menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi panas di Manaus, salah satu tempat digelarnya Piala Dunia.

Tim Rakitic melumat Kamerun empat gol tak berbalas dini hari tadi, sekaligus membuka peluang lolos ke fase gugur jelang duel penentu versus Meksiko. Gelandang yang pekan ini merampungkan kepindahan ke Barcelona dan Sevilla, puas dengan hasil yang diraih Vetreni, terutama melihat kondisi yang membuatnya kesulitan bernapas.

“Sangat sulit main di sini, terlalu panas, ini sangat berat, sangat sulit bernapas, Anda tidak memiliki udara yang dibutuhkan.

“Di babak kedua lebih mudah karena kami mencetak gol kedua dengan cepat, dan mereka memiliki sepuluh pemain jadi sulit untuk mereka. Tapi kami main bagus, kami menecetak gol pertama dan setelah kartu merah jadi lebih mudah untuk kami.”

Setelah kemenangan Italia atas Inggris akhir pekan lalu - laga pertama yang digelar di Amazonian - pelatih Cesare Prandelli den bek Giorgio Chiellini mengkritik keputusan tidak adanya water break selama pertandingan.

Tidak ada jadwal resmi untuk water break dini hari tadi, karena kondisi dianggap lebih dingin dari laga Sabtu lalu.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics