Iwan Budianto: Ada Yang Tak Ingin Arema Cronus Sukses

Iwan mengakui permasalahan Singo Edan hanya ada di pajak pemain, dan tunggakan gaji.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter

CEO Arema Cronus Iwan Budianto menduga ada pihak yang tidak ingin melihat Singo Edan meraih kesuksesan dengan melemparkan isu legalitas klub, dan ada unsur 'titipan'.

Pernyataan ini dilontarkan Iwan terkait temuan Badan olahraga profesional Indonesia (BOPI) yang dirilis kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) terkait permasalahan akta pendirian, pemegang saham, laporan keuangan dan pajak, kontrak pemain dan pelatih, serta kegiatan sosial.

Menurut Iwan, masalah legalitas sebenarnya sudah tidak ada masalah. Sebab, sejak Arema mengalami dualisme di musim kompetisi 2011/12, legalitas Arema untuk mengikuti ISL sudah diurus bagian legal.

“Legalitas Arema tidak mengalami masalah. PSSI, PT Liga [Indonesia], ataupun AFC [konfederasi sepakbola Asia] tidak mempermasalahkan legalitas yang dimiliki oleh Arema,” cetus Iwan.

“Jadi saya kira isu yang baru saja dimunculkan kemarin ini adalah tanda kutip, titipan. Padahal jika [dokumen] dibuka, semua sudah jelas, dan beres. Kadang ada yang tidak ingin melihat Arema ini sukses, jadi menembak kita dengan bagian legal.”

Di sisi lain, Iwan siap memberikan hal-hal yang diinginkan PT Liga selalu operator kompetisi, termasuk laporan keuangan Arema, karena Singo Edan sudah menyiapkan dokumennya.

Iwan mengakui masalah utama yang terjadi saat ini adalah tunggakan gaji, namun terjadi di musim 2011/12. Iwan menambahkan, Arema masih punya piutang yang nantinya dibayarkan, karena di tahun 2011/12 adalah masa sulit tim akibat dualisme.

“Mungkin yang menjadi masalah Arema saat ini adalah pajak pemain, dan tunggakan gaji. Toh negara saja juga berhutang. Tetapi Arema tetap punya itikad baik untuk membayarkan gaji-gaji pemain yang sebelumnya belum dibayar,” terangnya.

“Pembayaran yang tidak sesuai musimnya harus tetap menyesuaikan cash flow Arema. Tetapi sebagai tim tetap akan dibayar. Misalnya Munhar mengeluhkan gajinya belum dibayar, hal itu tidak terjadi pada dia saja. Di musim 2011/12 banyak yang belum selesai. Namun Arema dan pemain sudah melakukan pembicaraan.”

“Tim mendahulukan pemain yang sudah tidak bergabung lagi, sementara pemain yang masih bergabung di musim 2013 dan 2014 juga menerima gaji dan bonus. Jadi, pemain yang tidak di Arema, seperti Khusnul Yuli, Agung Suprayogi termasuk juga Wolfgang Pikal selalu kita cicil gajinya. Arema selalu punya itikad baik untuk masalah perdata ini.” (gk-48)

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.