Jadi Sosok Riang Di Lapangan, Ini Alasan David Luiz

Pemain belakang tim nasional Brasil jadi sosok yang selalu bersyukur dan ingat Tuhan.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

Tak banyak sosok pemain belakang seperti David Luiz. Pria kelahiran Diadema, 22 April 1987, dikenal tangguh di lini belakang namun jauh dari kesan beringas yang umum dimiliki seorang bek tengah.

Luiz sering tersenyum, tampak flamboyan dan menikmati perannya di jantung pertahanan ketika di atas lapangan hijau. Eks pemain Chelsea itu juga sejatinya sosok humoris di luar lapangan.

Tak jarang, beredar video atau foto dirinya membuat lelucon kepada rekan setim di dunia maya. Menanggapi sosoknya yang seperti itu, pemain anyar dari Paris Saint-Germain membeberkan alasan di balik image riang yang melekat padanya.

"Ya, saya menikmati hidup yang Tuhan berikan kepada saya dan saya senang untuk menjadi gembira. Kadang orang lupa saat Anda terbangun Anda sudah punya makanan, Anda punya tempat tidur yang bagus, Anda punya pekerjaan yang hebat. Namun saya tidak pernah lupa, jadi saya selalu berbahagia karena memiliki hidup yang luar biasa!" ungkap pemain bernama belakang Moreira Marinho itu pada Times of India.

Luiz menegaskan baha bahagia adalah filosofi hidup yang ia pegang, dan sering membuat lelucon merupakan kebutuhan jiwanya.

"Ya, saya suka hidup saya, saya menikmatinya! Saya butuh tertawa, saya butuh bercanda. Dan mengapa tidak? Saya tidak punya masalah dengan keluarga dan sekarang memiliki hidup yang luar biasa yang bisa membantu mereka. Saya memiliki hidup yang hebat karena saya bermain untuk klub besar dan saya bermain untuk negara saya di Piala Dunia. Jadi mengapa saya harus tak bahagia. Nikmati hidup.

"Suatu saat jika Anda berhenti bermain sepakbola maka Anda akan tetap bahagia. Tuhan sangat penting dalam hidup saya. Dia telah memberikan saya kesehatan dan saat Anda sehat Anda bisa melakukan apapun. Itulah pemikiran saya."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics