Jafri Sastra Berharap PSIS Semarang Tak Kehilangan Pemain Bidikan

Juru taktik Mahesa Jenar ini berharap manajemen dapat memberikan kepastian mengenai pemain yang menjadi incarannya.

Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra mengaku menunggu pergerakan manajemen dalam memburu pemain incarannya untuk bergabung dengan Mahesa Jenar di Liga 1 2019, dan berharap tak ada satu pun yang lepas.

Jafri mengatakan, ia telah menyodorkan sejumlah nama kepada manajemen untuk melakukan pendekatan kepada pemain yang diinginkan. Menurut Jafri, ia juga memasukkan nama klub yang turut mengincar pemain bidikannya.

Karena itu, Jafri berharap manajemen bergerak cepat dalam memburu pemain, dan berharap mereka sudah bisa bergabung dengan tim dua bulan sebelum kick-off kompetisi.

“Saat ini saya tinggal menunggu pergerakan manajemen untuk merekrut pemain-pemain yang sudah saya sodorkan namanya dalam laporan. Saya harap manajemen bisa mendapatkan pemain-pemain yang saya bidik,” kata Jafri diwartakan laman Suara Merdeka.

“Pokoknya saat ini ditunggu saja hasil pergerakan manajemen. Mudah-mudahan semua berjalan secara lancar terkait negosiasi dengan pemain-pemain lama dan incaran.”

 



View this post on Instagram


Mabes Polri Bentuk Satgas Untuk Berantas Mafia Sepakbola Indonesia Pemberantasan mafia di sepakbola tanah air benar-benar digaungkan. Terbukti Mabes Polri sampai membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas adanya aksi pengaturan skor yang mencederai persepakbolaan nasional. Satgas tersebut bakal berada di bawah naungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri yang bekerjasama dengan PSSI. Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. "Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana, apa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang. Nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu bola dan mekanismenya," kata Dedi. Selain itu, Dedi menyatakan para mafia tersebut harus berantas, karena membuat sepakbola Indonesia tidak maju. Ia pun berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya indikasi pengaturan skor dalam sebuah pertandingan tak ragu melaporkan kepada pihaknya. "Setiap pertandingan ada manajemen wasitnya yang ada di luar masternya bisa menilai itu. Menilai ada suatu pertandingan curang yang dilakukan oknum tertentu, bisa dilaporkan kepolisian. Di PSSI ada komite disiplin yang harusnya dikedepankan betul-betul memantau setiap event pertandingan," ujarnya. Isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan publik. Setelah manajer Madura FC Januar Hermanto, menyebut timnya diminta mengalahkan dari PSS Sleman ketika bersua di Liga 2 oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Pernyataan tersebut pun membuat Hidayat mengundurkan diri jabatannya di PSSI. Meski sudah mundur pria yang juga menjabat sebagai dosen tersebut tetap diberi hukuman komite disiplin PSSI yakni larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, denda sebesar Rp150 juta dan tidak boleh masuk stadion selama dua tahun.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persija Tunggu Orang Gila Tambahkan Bonus Pemain
2. Respons Cristiano Ronaldo Soal Selebrasi Kontroversialnya
3. Barcelona Diklaim Bersedia Lepas Messi, Inter Berpeluang Merekrut
4. Jose Mourinho Tutup Peluang Juara Man United
5. Semua Transfer Top Klub Liga 1 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Topics