Jaino Matos Kecewa Dengan Kepemimpinan Wasit

Jaino menganggap keputusan wasit yang dinilai menguntungkan Bhayangkara SU telah merusak permainan Persiba.

Pelatih Persiba Balikpapan Jaino Matos mengecam kepemimpinan wasit M Adung yang dianggap turut berperan atas kekalahan tim besutannya ketika menjamu Bhayangkara Surabaya United, Senin (20/6) malam WIB.

Jaino mempertanyakan keputusan wasit memberikan hadiah tendangan bebas yang membuat Hargianto sukses mengkonversinya menjadi gol pada menit ke-85. Bhayangkara SU akhirnya menggenapkan kemenangan menjadi 2-0 lewat gol Evan Dimas di masa injury time.

“Saya enggak pernah omong soal wasit, tapi malam ini saya sangat keberatan, karena merugikan kita. Alfonsius [Kelvan], penjaga gawang kita, keluar dari kotak penalti, dikasih foul, ketika wasit angkat tangan itu berarti maksudnya apa? berarti wasit tuhan,” cetus Jaino.

“Begitu free kick, langsung terjadi gol, berarti? Saya sangat keberatan, karena sangat merugikan kita, dan kita akan laporkan ke GTS [Gelora Trisula Semesta].”

Jaino menambahkan, sebenarnya Ledi Utomo dan kawan-kawan lebih mendominasi permainan. Apalagi secara fisik para pemain Persiba dianggap lebih bugar. Namun gol Hargianto itu merusak mental para pemainnya, sehingga permainan tuan rumah anjlok. Akibatnya, para pemain kehilangan fokus.

“Jelas [sangat memengaruhi]. Kalian bisa lihat jelas, pemain langsung emosi, tidak konsentrasi lagi, konsentrasi goyang, emosional semua, Okto [Oktovianus Maniani] enggak bisa main, yang lain enggak bisa main. Jadi muncul emosinya gara-gara keputusan wasit,” ungkapnya.

“Secara permainan kita mendominasi pertandingan dari awal. Saya banyak bicara sama anak-anak, Surabaya lebih capai. Saya sudah bilang, kita lebih fit dari mereka, kita harus manfaatkan itu.”

“Tapi ya sudah, kita mesti fokus, karena hari Jumat kita ke Tenggarong [melawan Mitra Kukar]. Mesti persiapan maksimal lagi.”

Sementara itu, Bima Sakti meminta maaf atas kekalahan perdana yang dialami Persiba di kandang. Mantan kapten tim nasional itu mengatakan, Persiba hanya kurang beruntung.

“Saya minta maaf kepada masyarakat Balikpapan, kekalahan ini sangat menyakitkan. Ada banyak peluang, tapi kita tidak bisa cetak gol, itu membuat kita hampir frustrasi, sehingga jadi beban buat kita untuk bisa membalas,” pungkasnya.