Jasper Cillessen Yang Diremehkan, Tapi Selalu Mengejutkan

Karier profesional Jasper Cillessen selalu berawal dari status yang tak diperhitungkan, tetapi langsung menjadi andalan begitu kepercayaan diberikan.

Selalu ada nama di depannya. Sebut saja itu Gabor Babos, Kenneth Vermeer, dan berikutnya akan ada Marc-Andre ter Stegen. Jasper Cillessen resmi pindah dari Ajax Amsterdam untuk bergabung dengan Barcelona. Dengan keputusan Barcelona menetapkan Ter Stegen sebagai kiper utama mereka musim 2016/17, banyak yang heran kenapa Cillessen bersedia melepas kemapanan sebagai kiper utama Ajax dan timnas Belanda untuk memperkuat tim Catalan?

Cillessen resmi menjadi anggota skuat Barcelona, Kamis (25/8) ini, dengan kesepakatan transfer yang diperkirakan mencapai €12 juta. Kedatangan Cillessen menjadi bagian dari gelombang perpindahan yang juga melibatkan Claudio Bravo -- yang sudah bernegosiasi dengan Manchester City -- kemudian Joe Hart, dan Tim Krul. Tak banyak yang mengira Barcelona bakal meminang Cillessen setelah sejumlah nama lain seperti Pepe Reina dan Diego Alves masuk bursa.

Cillessen memulai debut profesional akhir Agustus enam tahun lalu. NEC Nijmegen tidak dapat memainkan Babos pada pertandingan melawan SC Heerenveen. Kiper senior asal Hongaria itu harus menjalani operasi minor akibat cedera. Pelatih Wiljan Vloet pun memutuskan untuk memainkan pemuda pendiam yang baru memulai karier profesionalnya. Pada 28 Agustus 2010, Cillessen mencatat debut di Goffertstadion. NEC bermain imbang 2-2 di kandang sendiri meski sempat unggul dua gol terlebih dahulu.

Sejak saat itu, posisi Cillessen tak pernah tergeser. Meski Babos telah pulih, Vloet tetap menjadikan Cillessen sebagai kiper utama NEC. Dalam 31 penampilan pada musim 2010/11, Cillessen membangun reputasi sebagai kiper muda yang memenuhi standar sepakbola Belanda. Pintar membaca permainan, pandai memainkan bola dengan dua kaki, dan cakap bermain sebagai sweeper-keeper.

Ajax langsung menyambar bakat muda ini pada musim berikutnya. Keputusan Cillessen pindah jelas mendatangkan konsekuensi. Statusnya didemosi menjadi sekondan bagi Kenneth Vermeer. Hanya empat pertandingan yang dicicipi Cillessen pada musim 2011/12 dan tiga di antaranya sebagai pemain pengganti.

"Dia pemain berbakat dan berada dalam skuat sebagai pilihan ketiga atau keempat," kenang Babos kepada Voetbal International. "Dia kemudian mendapat kesempatan karena saya harus menjalani operasi hernia. Dia memanfaatkan betul kesempatan itu."

"Pindah ke Ajax adalah tantangan lain. Jasper menyadarinya. Apalagi dia masih muda dan Vermeer tampil baik bersama Ajax. Dia menempuh risiko menjadi kiper cadangan. Tapi dia terus bekerja keras. Dia punya mentalitas yang sangat tangguh dan itu hal penting bagi seorang kiper."

Kesempatan Cillessen menyambar posisi utama dari tangan Vermeer seakan menunggu waktu. Frank de Boer lama-kelamaan gemas dengan penampilan Vermeer yang tidak konsisten serta membuat sejumlah blunder. Puncaknya terjadi ketika Ajax melawat ke markas PSV Eindhoven, September 2013.

Di awal babak kedua, Vermeer salah mengantisipasi umpan silang Memphis Depay sehingga bola dimanfaatkan Tim Matavz untuk menjebol gawangnya. Ajax kalah telak 4-0 pada pertandingan itu. Kesabaran De Boer habis. Terdorong desakan publik, mulai pertandingan berikutnya Vermeer dijadikan kiper cadangan. Dengan demikian, hampir dua tahun setelah kepindahannya, Cillessen sukses merengkuh posisi sebagai kiper utama Ajax.

Hampir pada saat bersamaan, mantan kiper timnas Belanda, Piet Schrijvers, dengan berani meramalkan Cillessen bakal menjadi kiper utama Oranje.

"Saya yakin Vermeer kiper yang bagus untuk memainkan peran sebagai sweeper. Dia juga handal dalam menangkis tembakan. Namun, kemampuan Cillessen lebih baik. Saya juga berpendapat, selain menjadi kiper utama Ajax, dia akan menjadi kiper andalan Belanda," ujar Schrijvers kepada Elf Voetbal.

Selain Schrijvers, tidak ada yang berpikiran Cillessen akan secepat itu menjadi kiper utama Belanda. Tidak demikian dengan Louis van Gaal dan Frans Hoek. Pelatih dan asisten timnas Belanda itu telah mengamati kemampuan Cillessen. Setelah diberikan kesempatan debut internasional di Jakarta, Juni 2013, terjadi perkembangan dramatis dalam keputusan Van Gaal menetapkan kiper utama Oranje untuk Piala Dunia di Brasil.

Laga uji coba internasional melawan Indonesia rupanya tidak hanya menjadi momen penting penunjukan Robin van Persie sebagai kapten baru Oranje, tetapi juga ajang audisi bagi Cillessen. Sang kiper hanya tampil satu babak pada pertandingan yang diwarnai kemenangan Belanda 3-0. Tidak ada yang menyangka bahwa setahun berselang Cillessen pula yang menjadi pilihan utama Belanda di Piala Dunia.

"Saya benar-benar terkejut dengan pemanggilan ini, tapi tentu kegembiraannya tidak berkurang," ujar Cillessen kepada Algemeen Dagblad sepekan sebelum bertolak ke Indonesia. Waktu itu, statusnya masih sebagai deputi Vermeer di Ajax.

Di Brasil, konsistensi Cillessen diuji. Van Gaal melakukan keputusan berani dengan menggantinya saat pertandingan perempat-final melawan Kosta Rika hendak memasuki babak adu penalti. Pergantian Cillessen dengan Tim Krul memberikan Belanda tiket ke semi-final, tetapi berpotensi merusak kepercayaan antara pemain dan pelatih.

"Episode itu membuktikan kekuatan mental yang dimiliki Jasper," ujar Hoek kepada Mundo Deportivo. "Keadaan yang sulit baginya karena diganti dengan pemain lain, tapi kami harus melakukan keputusan terbaik untuk tim, yaitu memainkan Krul untuk babak adu penalti."

"Dalam dua laga berikutnya, semi-final dan perebutan tempat ketiga, Cillessen dimainkan dan level penampilannya tidak menurun sedikit pun."

Kini, bagaimana dengan peluang Cillessen tampil membela salah satu klub terbesar dunia, Barcelona? Para peragu menyoroti performa buruknya belakangan ini. Mudah ditaklukkan di tiang dekat, salah melakukan timing saat memerankan tugas sebagai sweeper, dan teledor memberikan instruksi dalam membangun pagar tendangan bebas.

Tapi, pendapat Hoek berikut ini memberikan optimisme bahwa Barcelona telah membuat keputusan transfer yang tepat.

"Saya rasa dia akan berkembang di Barcelona karena dia akan berlatih dan bermain bersama para pemain hebat. Maksud saya tidak hanya Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar, tetapi juga Andres Iniesta, Gerard Pique, dan Javier Mascherano. Bermain bersama mereka akan mendatangkan manfaat bagi Cillessen," ujar eks asisten Van Gaal itu.

"Cillessen akan menyatu dengan baik bersama Barcelona dan memenangkan banyak gelar bersama Luis Enrique, sosok yang juga saya kenal dengan baik."

Fans Barcelona takkan menyaksikan Cillessen melakukan berbagai penyelamatan spektakuler. Tapi, gaya main sang kiper memenuhi syarat yang diinginkan Barcelona. Terlebih lagi, Cillessen piawai dalam situasi one-on-one. Kemenangan telak Belanda atas Spanyol di Piala Dunia mungkin saja tidak terjadi seandainya Cillessen tidak mementahkan peluang David Silva.

Figur yang tidak menonjol seperti Cillessen akan butuh waktu memperoleh kepercayaan Barcelona. Tetapi, jika kesempatan itu didapat, dia akan benar-benar memanfaatkannya.