Jawa Barat Tak Mau Kena Getah Penghapusan Kualifikasi PON 2016

KONI Jabar dan PB PON harus segera melakukan antisipasi jika Menpora tetap menginginkan sepakbola tanpa kualifikasi.

Sekretaris umum KONI Jawa Barat MQ Iswara mengungkapkan pihaknya tidak ingin kena getahnya atas keinginan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menghapus babak kualifikasi PON XIX/2016.

Keinginan Menpora menghapus kualifikasi disampaikan ketua umum PSSI periode 2011-2015 Djohar Arifin Husein usai bertemu Imam. Djohar saat itu menyebutkan, Menpora memberikan lampu hijau seluruh tim peserta tidak ikut kualifikasi. Menurut Djohar, Menpora mengatakan hal itu sebagai hadiah bagi sepakbola.

Menurut Iswara, penghapusan kualifikasi akan memberikan efek domino terhadap penyelenggaraan PON. Selain rentang waktu pertandingan yang bertambah, anggaran pun akan ikut membengkak.

Karena itu, lanjut Iswara, KONI Jabar didampingi KONI Pusat akan mendatangi Kemenpora untuk menanyakan kepastian penghapusan kualifikasi cabang sepakbola.

“Ini harus cepat diantisipasi kalau memang pernyataan Menpora itu benar terjadi. Soalnya akan terjadi pembengkakan dari berbagai sisi,” ujar Iswara dilansir laman PB PON PON XIX/2016.

“Tak hanya anggaran, tapi juga dari sisi waktu lebih panjang, kesiapan sarana prasarana, akomodasi, hingga SDM [sumber daya manusia]. Jangan sampai Jabar kena getahnya.”

Hal senada dilontarkan ketua bidang pertandingan PB PON Ucup Yusuf. Menurutnya, jika penghapusan kualifikasi dilakukan, maka Kemenpora harus membantu dari sisi pembengkakan anggaran.

“Kita sendiri sudah menyiapkan empat stadion untuk pertandingan sepakbola dengan waktu pelaksanaan babak penyisihan selama delapan hari,” kata Ucup.

“Tapi kalau tidak ada babak kualifikasi, waktu pun harus mundur lebih lama, sehingga dari sisi biaya, akomodasi, dan semuanya akan membengkak. Tinggal bagaimana Kemenpora bisa membantu dari sisi pembengkakan anggaran ini.”